Tommy Soeharto Cemooh Penenggelaman Kapal Asing

Kapal kayu pencuri ikan ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter. Foto Puspen TNI for JPNN.com
Kapal kayu pencuri ikan ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter. Foto Puspen TNI for JPNN.com
Kapal kayu pencuri ikan ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter. Foto Puspen TNI for JPNN.com

POJOKSATU – Kebijakan penenggelaman dan pembakaran kapal asing pelaku illegal fishing yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi sempat mendapat acungan jempol publik.

Namun, kini setelah pelaksanaan kebijakan itu terjadi di Anambas, Kepulauan Natuna, banyak pihak yang justru mencibir. Salah satunya, putra Presiden Soeharto, Tommy Soeharto alias Hutomo Mandala Putra.

Pasalnya, kapal-kapal illegal yang dibakar dan ditenggelamkan ternyata hanya kapal kayu kecil, bukan kapal-kapal besar seperti yang dibayangkan publik selama ini.

Sindiran-sindiran tersebut disampaikan pengusaha orde baru itu melalui akun twitternya @TommySoeharto dengan hastaq #Baladaperahukayu.


“Ini namanya kapal perang dan helikopter tempur bantai perahu motor bekas, bukan kapal perang tangkap kapal ikan asing,” tulis Tommy di akunnya sembari memasang gambar kapal ikan kayu yang terbakar di perairan Anambas.

Cuap-cuap Tommy ini pun mendapat dukungan dari para follower di twitternya. Banyak yang mendukung pendapatnya terkait penenggelaman kapal kayu itu.

Tommy kemudian memasang beberapa gambar aksi pengawas dan patroli laut Australia yang menangkap kapal-kapal ilegal besar yang masuk wilayah negara itu tanpa izin. Di gambar itu, nampak helikopter dan kapal perang mendekati kapal-kapal ilegal tersebut.

“Nah ini nih yang disebut kapal tangkap kapal. Insya Allah penjelasan apa adanya saya ini memberi pencerahan masyarakat,” tulis Tommy di atas gambar yang dipasangnya.

Tommy mengaku tak habis pikir pembakaran dan penenggelaman kapal kayu kecil itu sampai membuat heboh publik. Ia pun membandingkan pemerintahan kali ini dengan pemerintahan di zaman ayahnya, Presiden Soeharto.

“Orde lama kapal perang banyak tenggelam biasa. Orde baru pun demikian, pesawat ditembak jatuh, anggap lumrah, sekarang jukung dibakar aja heboh,” sindirnya. (flo/jpnn)