Jokowi Berkuasa, 6 Kapal Asing Ditenggelamkan

Ilustrasi
inilah kapal asing yang ditembak dan ditenggelamkan
Inilah kapal asing yang ditembak dan ditenggelamkan

POJOKSATU – Joko Widodo mengambil sumpah dan janji jadi presiden ketujuh pada 20 Okotber 2014. Belum cukup berkuasa selama dua bulan, pria yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu sudah menenggalamkan 6 kapal nelayan asing yang terbukti menangkap ikan di laut Indonesia dengan cara ilegal.

Enam kapal yang ditenggelamkan itu dilakukan di dua tempat yang berbeda. Tempat pertama, eksekutor penenggelaman tiga kapal nelayan itu adalah TNI-AL bekerjasama dengan Badan Koordinator Keamanan Laut (Bakorkamla).

Penenggelaman kali pertama di era Presiden Jokowi itu dilakukan terhadap 3 kapal asing dari negara tetangga yang sedang mencuri ikan di perairan Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12) sekira pukul 10.00 WIB. Kapal yang dimusnahkan dengan ditembak pakai senjata mesin ini diduga milik nelayan asal Vietnam.

Tempat kedua digelar ekira pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) di perairan Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur, Kepulauan Talaud, Sulut pada hari yang sama. Polda Sulut menenggelamkan tiga kapal ikan Filpina yang melakukan kegiatan pencurian (illegal fishing) di perairan Sulut.


“Pemusnahan tiga kapal ini atas tindaklanjut instruksi Presiden bagi pelaku illegal fishing di perairan Indonesia,” kata Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga.

Masih ada satu kapal lagi yang menunggu untuk ditenggelamkan. Polres Sangihe, Sulawesi Utara akan mengesekusi pemusnahan satu buah kapal ikan (pump boat) Filipina. Kapal dengan ukuran 55 gross ton (Gt) ini tidak memiliki surat-surat lengkap setelah mendapatkan putusan pemusnahan dari pengadilan.

“Pump boat Filipina ini ditangkap Satker Pengawasan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan (PSDPK) Kabupaten Kepulauan Sangihe, 30 Agustus 2013 lalu, rencananya akan ditenggelamkan,” kata Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Edy Kusniady seperti yang dilansir Manado Post (Grup JPNN.com), Sabtu (6/12). (awa/jpnn)