POJOKSATU.Id - Seorang karyawan muda berusia 19 tahun dari Legato Gelato, toko di Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat, bernama Aulia Salma.
Tengah diselidiki karena diduga menilap uang penjualan sekitar Rp 45 juta. Dengan mengubah QRIS perusahaan menjadi milik pribadinya.
Aulia Salma berhasil memindahkan uang dari setiap pembayaran konsumen ke kantongnya sendiri.
Aksi curang ini terungkap ketika penjualan toko mulai menurun, menimbulkan kecurigaan pemilik toko, Ristiana Eteng, yang akhirnya menemukan kebenarannya.
Baca Juga: QRIS Bikin Repot? Warganet Geram dengan Syarat Minimum Belanja!
"Tim Legato gelato benar-benar bingung, penjualan di salah satu toko kami di Lippo Mall Puri turun drastis dalam tiga bulan terakhir," kata Ristiana ketika dihubungi pada Rabu (11/10/2023).
Ristiana dan timnya pun membahas masalah ini. Dia bahkan bertanya kepada pihak mal apakah terjadi penurunan penjualan.
Penasaran, Ristiana mengambil tindakan dengan mengirim seseorang yang berpura-pura menjadi pembeli untuk menyelidiki.
"Kami mencoba menjebaknya dengan pura-pura menjadi pelanggan. Ternyata, Aulia mengambil uang tunai yang seharusnya masuk," ungkap Ristiana.
"Meskipun pelanggan tetap mendapatkan struk, sebenarnya mereka diberikan struk cetak ulang dari transaksi sebelumnya. Oleh karena itu, laporan keuangan kami tetap seimbang," tambahnya.
Ristiana menjelaskan bahwa Aulia menyiapkan dua QRIS berbeda, satu untuk toko dan satu untuk dirinya sendiri.
Ketika dicurigai, Aulia dengan cepat mengganti QRIS "palsu" itu dengan QRIS milik toko. "Jika pelanggan ingin membayar menggunakan QR di ponselnya, dia telah menyiapkan dua QR, satu untuk toko dan satu untuk pribadinya.
Jadi jika ada yang mencurigai, dia langsung beralih ke QR toko," ungkap Ristiana. Setelah terbukti bahwa Aulia menilap uang hasil penjualan menggunakan QRIS palsu.
Ristiana segera meminta penjelasan dari pelaku. Akhirnya, karyawan tersebut mengaku telah mengambil uang hasil penjualan dengan alasan untuk membantu orangtuanya yang sakit.
"Dia terus saja berbohong, pertama mengatakan uang itu untuk berobat ibunya. Lalu digunakan untuk berobat adiknya," ucap Ristiana.
"Setelah itu, uangnya dipakai untuk berobat ibu temannya. Sebenarnya, kita tidak tahu mana yang benar," lanjutnya.
Ristiana mengungkapkan bahwa keluarga pelaku berjanji akan mengembalikan uang yang telah ditilap.
Oleh karena itu, ia belum melaporkan dugaan penilapan uang yang dilakukan oleh Aulia kepada polisi.
"Belum (lapor polisi) karena keluarga pelaku berjanji untuk membayar utangnya," kata Ristiana.
"Namun, jika keluarga tidak memenuhi janji tersebut, kami akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib," tambahnya.***
