Pemerintah Bentuk Satgas Prostitusi

PSK saat di lokalisasi.
Ilustrasi pekerja seks komersil.
Ilustrasi pekerja seks komersil.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah kian serius memerangi prostitusi. Rencananya, pemerintah akan membentuk satuan petugas (satgas) anti-prostitusi.

“Komandan satgasnya (Satuan tugas) itu Menteri Agama,” ujar Mensos Khofifah Indar Parawangsa pada Jawa Pos (induk JPNN) di Jakarta, Sabtu (25/4).

Bakal ada rapat khusus pula untuk membahas kian marak dan beragamnya modus industri esek-esek ini. Rencananya, rapat akan digelar pada tanggal 29 April 2015 mendatang. Rapat akan dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri seluruh instansi terkait. Meliputi, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Menteria Sosial (Mensos), Jaksa Agung, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA).

Dalam rapat tersebut akan dilakukan pembahasan mendetail terkait industri prostitusi yang ada di Indonesia. Serta, koordinasi antar lembaga agar penanganan dalam dilakukan lebih maksimal.


Menurutnya, masalah prostitusi dan pornografi sudah amat merisaukan. Karena, bisnis ini sudah merambah anak remaja. Ia pun mencontohkan salah satu kekejaman bisnis ini ketika mempekerjakan anak berusiah 14 tahun. Dalam satu hari, sang anak dipaksa melayani lebih dari 19 orang lelaki. “Saat kita bawa ke save house, pendarahannya parah,” kenangnya.

Kekhawatiran pada kejahatan ini tidak berhenti di situ. Politisi Partai Kebangkitan bangsa (PKB itu juga menyebut, jika kini prostitusi telah berubah trennya. Prostitusi bukan lagi merujuk pada masalah ekonomi semata, tapi juga terkait gaya hidup. Gaya hidup” itu kemudian memaksa sesorang untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan hidupnya.

Karenanya, ia berharap seluruh pihak bisa saling bergandengan untuk bahu-bahu menangani masalah ini. “Mudah-mudahan juga bisa bersinergi dengan daerah-daerah yang menjadi tujuan strategis dari industri ini,” ungkapnya.

(mia/jp/kan)