Pertamina Terus Merugi, DPR Siapkan Panja

114808_853610_kantor_pertamina_persero

POJOKSATU – Anggota Komisi VII Inas Nasrullah dari Fraksi Hanura mengatakan, seharusnya Dwi se­bagai Direktur Utama Pertamina memiliki keberanian melakukan terobosan, khususnya mem­berantas mafia migas di tubuh perseroan.

“Permainan mafia saat penu­runan harga minyak dunia sehar­usnya bisa dicegah dan ketahui. Tapi karena tidak ada keberanian akhirnya jadi bulan-bulananan. Akibatnya, rugi di awal tahun,” ka­ta Inas kepada Rakyat Merdeka (Grup Pojoksatu.id).

Iapun menjelaskan, saat ini Komisi VII tengah menyiapkan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas permasalahan yang ada di tubuh Pertamina. Ter­masuk adanya bahan bakar baru menggantikan premium.


“Kita sedang siapkan Panja. Kita ingin Pertamina tidak terus merugi dan tidak membebankan rakyat dengan kenaikan harga, khususnya BBM non subsidi,” tegas dia.

Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean juga meminta agar direksi Pertamina menanggalkan jabatannya sebe­lum negara nantinya bakal ikut menanggung kerugian.

“Ini bentuk ketidakmampuan direksi mengurus Pertamina. Meski situasi sulit dan terjadi penurunan harga minyak dunia yang jadi alasan Pertamina mer­ugi, seharusnya direksi mampu merevitalisasi dan melakukan evisiensi agar tidak merugi,” kata Ferdinand

Dwi, lanjut Ferdinand, juga be­lum mempunyai konsep yang ma­tang untuk memajukan perseroan. Ia khawatir, kerugian ini menjadi awal yang lebih buruk untuk nasib Pertamina ke depan.

“Kinerja direksi baru menu­run, karena memang tidak punya konsep jelas bagaimana mem­bangun Pertamina ke depan. Bahkan untuk sekedar memper­tahankan kinerja yang lalu pun tidak mampu. Padahal, beban subsidi yang harus ditanggung periode lalu, jauh lebih besar dari yang harus ditanggung peri­ode sekarang, tapi buktinya bisa bertahan. Kok sekarang malah gak bisa,” ketus Ferdinand. (rmol/dep)