Pengelolan Gas Belum Memihak Rakyat

Ilustrasi elpiji 12 kg
Ilustrasi elpiji 12 kg
Ilustrasi elpiji 12 kg

POJOKSATU – Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan gas selama ini belum berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurut anggota DPR Komisi VII, Iskan Qolba Lubis, ada dua hal yang menunjukkan belum berpihaknya pengelolaan gas bagi kepentingan rakyat.

Pertama, kebijakan pemerintah menaikan harga elpiji baru-baru ini. Kebijakan menaikan harga gas saat ini tidak tepat karena secara umum kondisi ekonomi belum membaik dimana harga-harga masih naik.

“Apalagi kenaikan harga elpiji saat ini lebih banyak disebabkan ketidakefisiensian,” kata Iskan dalam keterangan kepada redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 9/4).


Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, bukti kedua ketidakberpihakan pengelolaan gas untuk rakyat adalah belum optimalnya persediaan gas bagi kepentingan dalam negeri.

“Banyak persediaan gas kita yang diekspor ke luar negeri padahal saat ini kita amat membutuhkan gas.”katanya.

Iskan menambahkan, bahwa Indonesia perlu cadangan gas yang cukup saat ini. Antara lain untuk keperluan rencana pemerintah membangun pembangkit listrik sebesar 35.000 MW.

“Rencana itu sulit terealisasi mengingat perlu cadangan gas yang banyak untuk PLN. PLN perlu cadangan gas yang cukup untuk merealisasikan pembangunan pembangkit listrik itu, karen jika menggunakan batubara sangat tidak efisien,” demikian Iskan. (ysa/rmol/dep)