Khawatir Umrah Gratis Berakhir di ISIS

Haji
Haji

14977_12907_sip-haji

POJOKSATU – Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Bojonegoro Hanafi belum bisa komentar soal kasus umrah gratis. Dia beralasan, pihaknya belum mendapat informasi tentang masalah itu. ’’Belum ada informasi yang masuk ke kami. Nanti akan kami kroscek secepatnya,’’ ucapnya.

Meski demikian, dia tidak membantah, saat ini banyak travel yang menawarkan umrah dengan biaya murah. Tidak jarang ada yang menyelenggarakan umrah secara gratis. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk teliti, waspada, dan bersikap kritis jika mendapat tawaran umrah murah atau malah gratis. ’’Harus diteliti dulu siapa yang menyelenggarakan dan apa motifnya,’’ imbaunya.

Umrah gratis tersebut, antara lain, diselenggarakan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Asy’ari, Dusun Ceweng, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Dander. Pihak ponpes dikabarkan akan memberangkatkan 216 orang untuk umrah gratis itu.


Menurut Hanafi, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke pengurus ponpes tersebut. Hasilnya, kata dia, pemilik ponpes menyatakan bertanggung jawab penuh atas program tersebut. ’’Saya sudah berkoordinasi dengan Kiai Khoir tentang masalah ini. Beliau menyatakan bertanggung jawab penuh,’’ jelasnya.

Pihaknya juga tidak dapat melarang atau mencegah program umrah gratis atau murah tersebut. Namun, dia memastikan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan. Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban instansinya. ”Kalau sungguhan, umrah itu jelas akan sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga khawatir dengan isu banyaknya WNI yang bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun, dia percaya sepenuhnya kepada pengasuh ponpes yang berani menjamin bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. (zim/nas/JPNN/c10/dwi/dep)