Kemenag Minta Waspadai Umrah Gratis

Haji
Haji

14977_12907_sip-haji

POJOKSATU – Kasus umrah gratis terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di Bojonegoro. Umrah gratis yang melibatkan ratusan orang tersebut akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di Bojonegoro. Selain umrah gratis yang diselenggarakan Ponpes Al Asy’ari, Dusun Ceweng, Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, diperkirakan masih ada umrah gratis lainnya.

Yang terbaru, ada program umrah gratis yang melibatkan puluhan warga Desa Pacul, Bojonegoro. Kabarnya, puluhan warga yang mendaftar umrah gratis tersebut belum mendapat kejelasan soal pembuatan paspor dan tanggal keberangkatan. Akibatnya, banyak yang mengeluh. Apalagi, dikabarkan, ada penarikan dana ratusan ribu rupiah dari para calon jamaah dan hingga kini tak jelas juntrungnya. Informasinya, setiap warga ditarik biaya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk program umrah gratis tersebut.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Wakhid Priyono, banyaknya warga yang tergiur umrah gratis atau umrah murah itu dipicu lamanya antrean haji. Mereka memilih untuk umrah. Apalagi, ada yang menawarkan secara gratis atau biaya murah. ’’Kita imbau agar masyarakat selektif,’’ ujarnya kemarin (28/3).


Dia menuturkan, ada rencana dari Kemenag pusat untuk menertibkan semua travel umrah di Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan banyaknya jamaah umrah yang telantar selama berada di Tanah Suci. Pihaknya pun mendukung langkah penertiban oleh Kemenag tersebut. ’’Itu langkah yang bagus,’’ katanya.

Dia mengungkapkan, selama ini travel umrah tak pernah melapor kepada pihaknya. Padahal, seharusnya pihaknya mendapatkan laporan dari travel umrah mengenai jumlah jamaah asal Bojonegoro yang akan diberangkatkan ke Makkah. Jadi, pihaknya bisa memberikan pembinaan. ’’Selama ini travel umrah berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan kami,’’ tuturnya. (zim/nas/JPNN/c10/dwi/dep)