Jokowi Sibuk, Tak Sempat Terima Telepon Abbott

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi
Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

POJOKSATU – Presiden Joko Widodo terlalu sibuk dengan jadwalnya beberapa minggu terakhir sehingga belum bisa menerima permintaan Perdana Menteri Australia Tony Abbott untuk berbicara di telepon.

“Presiden terlalu sibuk,” kata Duta besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema di Canberra Kamis, (26/3).

“Seperti yang anda ketahui, program pertama presiden adalah turun ke masyarakat, ke provinsi-provinsi, bukan hanya di Jawab, Kalimantan atau Sumatera, tapi juga Papua. Jadi ada banyak kunjungan yang harus ia buat,” sambungnya seperti dilansir Sydney Moring Herald.

Abbott diketahui telah meminta untuk melakukan percakapan telepon dengan Jokowi sejak 5 Maret lalu untuk membicarakan soal eksekusi mati dua terpidana kasus Bali Nine asal negeri kanguru, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Namun setelah tiga minggu berlalu, belum juga ada percakapan telepon yang dilakukan oleh kedua pemimpin negara itu.


Kesoema sendiri menegaskan bahwa masalah ini tidak merusak hubungan antar kedua negara tetangga.

“Mungkin akan menambahkan sejumlah dinamika dari hubungan kita tapi saya tidak percaya bahwa hal ini akan membahayakan hubungan kedua negara karena fondasi kami sangat kuat. Kami memiliki kepentingan bersama, begitu banyak hal, politik, budaya, ekonomi,” tambahnya. (mel/rmol/dep)