Gaji Pensiun PNS, Diterima Langsung atau Dicicil tiap bulan?

Pegawai Negeri Sipil (PNS). Foto: dok.JPNN (Grup Pojoksatu)
Pegawai Negeri Sipil (PNS). Foto: dok.JPNN (Grup Pojoksatu)
Pegawai Negeri Sipil (PNS). Foto: dok.JPNN (Grup Pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sempat berhembus wacana tentang penghilangan gaji pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Isu tersebut sempat membuat para abdi negara cemas atas jaminan hari tua mereka. Nah saat ini, pemerintah tengah mengkaji perubahan pembayaran uang pensiun tersebut. Nantinya, kemungkinan uang pensiun PNS tidak lagi dibayarkan per bulan tetapi dicairkan sekaligus di awal.

Pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri mengatakan, pada dasarkan ada 2 pendekatan dalam dana pensiun yaitu iuran pasti dan manfaat pasti. Pembayaran uang pensiun PNS secara bulanan seperti saat ini disebut dengan manfaat pasti.

Belum bisa dipastikan, mana yang lebih menguntungkan bagi PNS. Namun dalam sistem iuran pasti, seorang PNS bisa lebih memperhitungkan uang pensiun yang akan mereka terima nantinya.

“Uang pensiunnya ya tergantung iurannya berapa. Itu ada hitungan annuitas-nya,” kata Suheri, Rabu (25/03).


Suheri memberi gambaran, bila ingin mendapatkan uang pensiun di atas Rp 100 juta, maka iuran bulanannya mungkin sekitar Rp 600.000.

“Kalau mau lebih besar ya sesuaikan saja iurannya,” ujar dia.

Sistem iuran kata Suheri, pasti mengurangi beban bagi pemberi kerja. Pertama, bila PT Taspen (Persero) kurang dalam memberikan imbal hasil investasi, maka negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus nombok.

Kedua, PNS yang sudah tidak aktif tentu tidak lagi memberi iuran. Padahal mereka tetap menerima uang pensiun, bahkan ‘diwariskan’ kepada istri/suami sampai anak ke-2.

“Ini jadi beban juga buat pemberi kerja. Bebannya di pemerintah,” kata Suheri.
(hds/dnl)