Dua Anggota TNI Tewas, Komnas HAM Berharap Aceh Tak Kembali ke Masa Lalu

Suasana pemakaman Serda Hendrianto yang menjadi korban pembunuhan orang tak dikenal.
Suasana pemakaman Serda Hendrianto yang menjadi korban pembunuhan orang tak dikenal.
Suasana pemakaman Serda Hendrianto yang menjadi korban pembunuhan orang tak dikenal.

POJOKSATU – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut berbelasungkawa atas meinggalnya dua anggota TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara.

Sertu Indra Irawan dan Serda Hendrianto tewas ditembak setelah sebelumnya kedua anggota TNI itu diculik.

“Kiranya mereka tercatat sebagai pahlawan negara, keluarga yang ditinggal tabah adanya, dan keluarga besar TNI tetap pada komitmen reformasinya: profesional,” ujar Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution (Rabu, 25/3).

Karena itu, Komnas HAM sungguh mendorong negara untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masa depan keluarga prajurit yang ditinggal, terutama dalam hal pendidikannya.


Bersama TNI, Polri diminta segera mengusut dan menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan independen. “Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum,” ungkap Maneger.

Komnas HAM juga mengajak semua elemen bangsa untuk menatap kedepan, jangan ada imajinasi untuk memutar jarum jam sejarah: kembali ke masa lalu. “Aceh kita adalah Aceh kini dan Aceh masa depan,” tegasnya.

Komnas HAM mengapresiasi dan terus mendukung proses reformasi internal ditubuh TNI yang selama ini berkomitmen dan konsisten untuk tetap berada dijalan lurus reformasi: pertahanan. (zul/rmol/dep)