MUI: Pemerintah Lemah Awasi Buku Pelajaran

MENUMPUK : Buku kurtilas tema enam dan tujuh menumpuk di ruang perpustakaan
MENUMPUK : Buku kurtilas tema enam dan tujuh menumpuk di ruang perpustakaan
Ilustrasi

POJOKSATU – Negara harus hadir dalam proses penerbitan buku, khususnya buku-buku pelajaran.

Begitu kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Naim menanggapi beredarnya buku Kurikulum 2013 (K-13) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas X dan XI terbitan kemendikbud yang berisi muatan ajaran radikal.

“Jika ada konten yang tidak tepat tetapi lolos, berarti peninjauan buku oleh pemerintah masih lemah,” katanya seperti dikutip JPNN (Grup Pojoksatu.id) Sabtu, (21/3).

Asrorun juga mengatakan, respon Kemendikbud berupa penarikan itu tidak boleh didasari dengan bahan kajian yang sepotong-sepotong.


Buku itu, jika memang akan ditarik, harus dikaji secara menyeluruh terlebih dahulu. Dia tidak ingin Kemendikbud justru terkesan reaksioner dan tidak arif. (ian/rmol/dep)