Tunggu Putusan, TNI AL Siap Tenggelamkan Kapal Filipina

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Empat kapal Filipina akan ditenggelamkan. Namun, pihak Lanal Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), menunggu putusan pengadilan untuk melakukan tindakan terhadap kapal asing tersebut.

’’Kami tinggal menunggu putusan pengadilan untuk bisa dieksekusi,’’ kata Komandan Gugus Tempur Laut Armatim (Guspurlatim) Laksamana Pertama TNI I.N.G Ariawan setelah menengok kondisi kapal di tengah guyuran hujan deras Senin (16/3).

Kapal Filipina ditangkap beberapa waktu lalu dalam operasi di wilayah perbatasan. Ariawan menyatakan, operasi rutin tahunan tersebut dilaksanakan untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan wilayah laut Republik Indonesia.

Kapal itu ditangkap KRI Slamet Riyadi karena tidak memiliki surat izin resmi memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Selain itu, mereka mengambil ikan di perairan laut Indonesia, yakni Laut Sulawesi.


Ariawan berharap kapal nelayan Filipina segera dieksekusi, yakni akhir bulan ini atau awal April. Proses hukum yang berjalan kini berada dalam tahap penuntutan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan.

’’Nanti ada laporan ke pengadilan bahwa dimungkinkan menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan bahwa kapal-kapal tersebut akan ditenggelamkan atau dibakar,’’ jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, Lanal Tarakan sebagai tim penyidik selalu berkordinasi dengan pihak-pihak terkait. Yakni, kejari dan pengadilan negeri (PN). Sementara itu, para tersangka yang berjumlah delapan orang, kata Ariawan, akan tetap diproses sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia.

’’Nanti kami kenakan sesuai dengan pasal-pasal yang berkaitan. Sebab, ini merupakam illegal fishing. Meski demikian, itu nanti kami serahkan ke pihak imigrasi,’’ ungkapnya. Ariawan pun memuji dan mengapresiasi semangat juang pasukannya dalam bertugas (*/hdl/izo/JPNN/c15/diq/dep)