Pertamax Naik Rp 350, Pertamina Yakin Tak Beratkan Masyarakat

foto: ilustrasi
foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

POJOKSATU – Per 15 Maret kemarin, Pertamina menaikkan harga BBM jenis pertamax sebesar Rp 350 perliter. Pertamina yakin kenaikan ini tidak akan memberatkan masyarakat kecil. Pasalnya, selama ini pertamax digunakan kalangan menengah ke atas. Apalagi, harga premiun dan solar masih tetap.

Awalnya, harga pertamax Rp 8.250 perliter. Dengan kenaikan itu, kini harganya menjadi Rp 8.600 perliter. Kenaikan yang sama juga terjadi pada pertamax plus dari Rp 9.450 menjadi Rp 9.850 dan pertamina dex dari Rp 10.700 menjadi Rp 11.600.

Direktur Pemarasan Pertamina Ahmad Bambang menerangkan, kenaikan pertamax cs ini dikarenakan naiknya harga minyak dunia dan makin menguatnya dolar AS terhadap rupiah. “Harga minyak dunia naik, kurs dolar juga naik,” jelasnya kepada redaksi Minggu malam (15/3).

Kenaikan ini tidak diumumkan terlebih dahulu ke masyarakat. Menurut Bambang, untuk pertamax ke atas, kenaikan itu memang bisa langsung dilakukan Pertamina tanpa konsultasi ke pemerintah. Kebijakan itu juga bisa diterapkan langsung di SPBU-SPBU.


“Untuk pertamax, kenaikannya memang langsung di SPBU. Berbeda dengan premium. Walau sekarang premium sudah tidak disubsidi, tapi penyaluran premium oleh pertamina adalah tugas dari pemerintah. Karenanya, untuk premium, masih diumumkan pemerintah,” jelasnya.

Kata Ahmad, dalam rentang awal tahun sampai pertengah Maret ini, konsumsi pertamax di masyarakat sudah cukup tinggi, yaitu mencapai 5.500 ton per hari. Hal ini disebabkan karena selisih harga pertamax dan premium tidak terlalu jauh, sekitar Rp 1.350 perliter. Namun, dengan kenaikan itu, konsumsinya diprediksi turun. Pasalnya, harga premium tetap.

Ditambahkan Ahmad, meski akan banyak yang kembali ke premium, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan. Pertamina menjamin stok premium tetap aman.

“Saat ini komsumsi premium mencapai 81 ribu ton perhari. Dengan kenaikan pertamax, konsumsinya bisa meningkat. Tapi stok tersedia. Tugas kami untuk memenuhinya,” tandasnya. (rus/rmol/dep)