Ahok Mutasi Massal Lagi

Pelantikan-PNS-baru-Pemprov

Gerbong mutasi masal pejabat Pemprov DKI di bawah kendali Gubernur Basuki T. Purnama (Ahok)-Wagub Djarot Saiful Hidayat hari ini (21/1/2015) kembali bergerak. Sebanyak 700 pejabat akan berpindah posisi dalam mutasi kedua tahun ini. Sebagian besar di antara mereka pejabat eselon IV. Namun, ada juga beberapa pejabat eselon II dan III.

Salah seorang pejabat eselon II itu adalah Irvan Amtha. Dia akan dilantik sebagai kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLP) DKI. Pria yang sebelumnya menjabat wakil kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI tersebut bakal menggantikan I Dewa Gede Sony. Selanjutnya, Sony yang semula menyandang pejabat eselon II disebut-sebut akan distafkan. Artinya, dia tidak lagi memiliki jabatan.

Belum jelas alasan dia dinonjobkan. Namun, ada kabar bahwa Sony masuk nonjob terkait dengan minimnya serapan APBD 2014. Selama dipimpin Sony, banyak proyek yang gagal lelang. Selain itu, sempat muncul rumor ada oknum di BLP yang meminta pungutan kepada SKPD agar program mereka diterima dan cepat dilelang.


Pada mutasi di lapangan Monas awal Januari (2/1), ada beberapa pejabat yang mengalami nasib serupa. Di antaranya, Iwan Setiawandi (mantan kepala dinas pelayanan pajak), Yonathan Pasodung (mantan kepala dinas perumahan dan gedung), M. Akbar (mantan kepala dinas perhubungan), dan Manggas Rudi Siahaan (mantan kepala dinas pekerjaan umum).

Selain menstafkan, Ahok punya cara lain untuk ’’menghukum’’ pejabat eselon II yang dianggap tidak mampu bekerja secara maksimal. Yakni, dimasukkan ke Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUP2). Mereka, antara lain, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga, mantan Kadispendik Taufik Yudi Mulyanto, mantan Kadis Kebersihan Unu Nurdin, dan mantan Kadis Sosial Kian Kelana.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah membenarkan akan ada pelantikan sekitar 700 pejabat. Mereka terdiri atas kepala seksi di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan petugas tata usaha di seluruh sekolah di Jakarta. Dia menyatakan, saat ini formasi tersebut memang masih kosong setelah pemprov memangkas jumlah petugas birokrasi pada mutasi awal bulau lalu.

Menurut Saefullah, hasil seleksi terbuka tahun lalu dijadikan patokan untuk kembali mengisi jabatan yang kosong itu. ’’Jadi, formasi yang kosong bakal terisi dan lengkap,’’ katanya di balai kota (20/1). Saefullah juga tidak mengelak bahwa Irvan diangkat menjadi kepala BLP untuk menggantikan I Dewa Gede Sony.

Dihubungi terpisah, Kepala BKD DKI Agus Suradika menambahkan, pejabat baru yang bakal dilantik itu sesuai dengan hasil tes lelang terbuka tahun lalu. Dia menegaskan, penentuan posisi pejabat tidak berdasar suka atau tidak suka. Namun, murni pertimbangan kapasitas dan kapabilitas.

Agus menjelaskan, pejabat yang tersisih tidak perlu berkecil hati. Dia berharap yang bersangkutan tetap menunjukkan kinerja yang bagus. Dengan begitu, peluang naik kembali terbuka. Menurut Agus, gubernur dan Wagub akan terus memantau kinerja para pejabat. Evaluasi bakal dilaksanakan secara berkala. Apakah mereka akan dicopot atau dipromosikan, itu bergantung pada hasil evaluasi kinerja. ’’Jadi, sportif kok. Kalau memang hasil tes bagus, ya dipromosikan. Semua pejabat punya peluang yang sama untuk jabatan tertentu,’’ kata Agus.

Sementara itu, nasib 13 pejabat eselon II dan III yang sempat terindikasi positif narkoba saat mutasi awal Januari hingga kini masih misterius. Memang, hasil tes ulang oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI akhirnya menyatakan mereka negatif. Namun, hingga kini belum ada transparansi apakah semua negatif atau ada sebagian yang positif.

Yang pasti, Ahok sempat berujar tidak akan menutup-nutupi dan membela pejabatnya yang bermain dengan barang haram itu. Bahkan, dia berjanji mencopot pejabat yang bersangkuatn. (fai/hud/c19/any)