Ahok Ingin Lebih Kejam dari Bank

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membeberkan, ada temuan anggaran tak wajar senilai Rp 4,480 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2015. Anggaran tak logis itu milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

“Setelah kita teliti anggaran sebesar itu enggak logis. Kita akan teliti lagi semuanya,” ujarnya mengutip dari rmol.co (Grup PojokSatu) dengan nada tinggi di Balaikota, Jakarta Pusat.

Anggaran sebesar itu hanya untuk kegiatan penimbangan sampah. Bukan saja itu yang membuatnya kesal, pengadaannya tidak menggunakan sistem e-budgeting.


“Mereka pintar enggak mau pakai e-budgeting,” keluhnya.

Ia mengakui tak sepenuhnya mendorong penerapan e-budgeting di DKI. Namun diyakininya saat penganggaran APBD DKI 2016 persoalan serupa tidak akan terjadi lagi.

“Setelah 2014 mereka enggak bisa ngelak lagi. Kita 2015 ini mau lebih kejam lagi nih kayak bank. Semua produk uang harus masuk ke e-budgeting biar kita bisa monitor dan evaluasi langsung. Nggak bisa lagi ambil duit di depan, SPJ (Surat Pertanggung jawaban) disusun-susun belakangan,” tegasnya. (jpnn)