”Calo Jabatan Bermain dengan Tim Jokowi”

okowi_HL

POJOKSATU- Pengamat politik yang juga guru besar di Universitas Sumatera Utara (USU) Arif Nasution menilai, perjalanan pemerintahan Jokowi-JK masih hitungan bulan, tapi heboh-heboh yang terkait jabatan bermunculan.

Menurutnya, hal ini disebabkan adanya calo-calo jabatan alias toke di sekitar Istana yang punya pengaruh cukup kuat. Jika Jokowi terus-terusan memenuhi keinginan para toke ini, maka kasus seperti calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan akan terus terjadi.

Kasus Hasban Ritonga yang berstatus terdakwa diangkat menjadi sekdaprov Sumut lewat Keppres, juga disebabkan adanya permainan toke di sekitar Istana. Toke ini bermain bersama timnya Jokowi sendiri.


“Jadi tim bersama toke sudah memutuskan, maka sifatnya harus dijalankan,” katanya, Selasa (13/1) kepada Sumut Pos (Grup Pojoksatu). Toke merupakan istilah perdagangan, misal “toke ikan” yang membeli ikan-ikan nelayan, yang kemudian menjualnya lagi untuk mendapat keuntungan.

Dalam hal penunjukan Budi Gunawan sebagai calon kapolri, menurutnya, keinginan tokeĀ  sudah dipenuhi Jokowi.

Keinginan toke ini sedari awal ditentang para penggiat antikorupsi. Tapi, usulan toke yang dituruti Jokowi.

“Kepiawaian Jokowi dalam memimpin sedang diuji. Adapun ujian yang ada yakni memenuhi keinginan toke atau sebaliknya melawan (tidak menuruti, red,” kata Arif.

Direktur Pasca Sarjana Magister Studi Pembangunan USU itu menyebutkan, tidak ada salahnya juga ada dugaan KPK ikut ‘bermain politik’, dengan menetapkan Komjen Budi sebagai tersangka.

Bisa saja, lanjutnya, ada pesanan penguasa untuk melawan para toke ini lewat tangan KPK. “Dengan cara inilah yang bisa membuat keinginan para toke berubah. Jokowi bisa selamat,” kata Arif.

Dari kasus calon kapolri dan sekda Sumut, dia berharap Jokowi membersihkan Istana dari pengaruh toke-toke jabatan.

“Bila Jokowi ingin menunjukkan kepemimpinan bersih, baiknya sering menguji timnya sendiri,” sebutnya. (ril/sam/jpnn)