Mau Haji? Daftar Tahun Ini, Berangkat Tahun 2032

dor-haji-(2)

POJOKSATU – Masyarakat yang mendaftar haji tahun ini harus menyiapkan stok sabar yang besar. Sesuai dengan jadwal Kemenag, para calon jamaah haji (CJH) reguler di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik baru bisa berangkat ke Tanah Suci pada 2032. Artinya, mereka harus menunggu 17 tahun untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Surabaya Farmadi mengatakan, jumlah pendaftar baru haji di Surabaya setiap tahun sekitar 2.500 orang. ”Yang mendaftar tahun ini baru berangkat pada 2032,” katanya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Gresik Khairuddin Usman menambahkan, lamanya jadwal pemberangkatan itu disebabkan adanya pemotongan kuota dari pemerintah Arab Saudi. ”Ya karena renovasi Masjidilharam belum selesai,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya (6/1).


Khairuddin mengungkapkan, pemotongan kuota tersebut sebesar 20 persen. Hal itu berlaku di Jatim mulai 2013. Dengan demikian, jatah Jatim pada 2012 sebanyak 33.985 jamaah menyusut menjadi hanya 27 ribu jamaah per tahun. Pemotongan kuota itu pun berimbas ke Gresik. Yakni, pada 2012 Kemenag Gresik mendapatkan kuota sebanyak 1.900–2.000 ribu jamaah setiap tahun. Namun, mulai 2013 jumlahnya hanya sekitar 1.400–1.500 jamaah.

Bahkan, lanjut Khairuddin, pada tahun ini jumlah jamaah asal Gresik yang diberangkatkan diperkirakan tidak lebih dari 1.500 orang. ”Padahal, dulu itu normalnya ya sekitar 2.000 jamaah tiap tahun,” ucapnya.

Lamanya menunggu pemberangkatan haji tersebut juga disebabkan tingginya minat masyarakat Gresik untuk berangkat ke Tanah Suci. Di Jatim, Gresik masuk lima besar pendaftar haji paling banyak tiap tahun setelah Surabaya, Sidoarjo, Jember, dan Malang.

Khairuddin mencontohkan dalam satu tahun pendaftaran haji, dengan pemberian kuota saat ini, jumlahnya baru tuntas diberangkatkan dalam dua tahun pemberangkatan.

Laki-laki asal NTB tersebut mengimbau masyarakat untuk bersabar mengenai lamanya antrean pemberangkatan haji. Namun, khusus CJH yang sudah lanjut usia, yakni 70 tahun ke atas, akan mendapat prioritas. Mereka berangkat berdasar kuota sisa dari adanya CJH Jatim yang batal berangkat karena meninggal atau faktor lain. ”Nanti diambil dari CJH yang umurnya paling tua. Selain itu, dia harus punya pendamping, baik anak maupun anggota keluarga lain yang sudah mempunyai nomor porsi,” papar Khairuddin. (jpnn)