Wow, Kursi Pimpinan DPRD DKI Bisa Pijit

Ilustrasi Mobil Anggota DPRD DKI Jakarta

184206_584665_mobil_dprd_dki

Wow, mobil dinas para bos DPRD DKI Jakarta ternyata mimiliki fasilitas yang wah. Kursi di mobil jenis Toyota All Camry 2.5 Hybrid itu bisa memijit sendiri.

Camry seharga Rp 709,5 juta itu para pimpinan dewan yakni Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi (PDIP) dan empat orang wakil yaitu M Taufik (Gerindra), Triwisaksana (PKS), Abraham Lunggana (PPP) dan Ferrial Sofyan (Demokrat). Kini 5 mobil mewah tersebut sudah dipajang di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakpus.

Dari penelusuran, All New Camry Hybrid dilengkapi dengan mesin HYBRID IL4, 16-Valve, DOHC dengan kapasitas 2.494 cc. Sedan mewah ini difasilitasi Rear Seat Relaxation System. Cukup dengan menekan tombol di buckle seat belt, kursi belakang akan memberikan sentuhan pijatan dari pinggang hingga punggung.


Fitur ini hanya tersedia di kursi belakang, kiri dan kanan. Lalu, ada AC tiga zona. Teknologi ini memungkinkan penumpang di kursi belakang buat mengatur tingkat dingin AC. Pengaturan bisa dilakukan lewat kontrol kursi belakang.

Kontrol ada di bagian tengah sandaran kursi belakang yang bisa dibuka. Saat dibuka langsung terlihat tombol dan juga arm rest. Bisa juga dibuat sebagai menyimpan wadah serbaguna. Selain AC, tombol audio juga bisa diatur dari belakang.

Melalui kontrol tersebut juga bisa mengatur kemiringan sandaran kursi, dan juga menutup dan membuka tirai belakang (rear power sun shade). Buat tetap menjaga privasi, jendala bagian samping juga dilengkapi dengan tirai, hanya ditutup dengan cara manual, menarik dari bawah kaca dan dikaitkan di atas.

Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menyebut kalau lima mobil dinas itu seharga Rp 698 juta dan bukan Rp 709,5 juta. Kepala BPKD DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku, bukan hanya para pimpinan tapi anggota DPRD juga akan mendapatkan mobil dinas.

Untuk anggota, akan dikasih mobil seharga Rp 300 juta jenis Toyota Corolla Altis hybrid. Heru beralasan, kalau pembelian mobil tersebut untuk mendukung kampanye lingkungan demi mengurangi polusi udara di Jakarta.

Sekretaris DPRD DKI Mangara Pardede menyatakan, mobil mewah itu akan diberikan kepada para pimpinan dewan setelah STNK jadi. Tapi berdasarkan hitungan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, kalau anggaran pembelian mobil dinas DPRD bermasalah.

Dari hasil pengecekan Fitra, kalau harga per unit mobil dinas para bos DPRD hanya Rp 549,6 juta dan bukan Rp 698 juta. Tapi, saat lelang anggaran mencapai Rp 3.4 miliar. Dengan demikian, ada sisa anggaran sebesar Rp 701.350.000. “Ke mana itu sisanya? Aneh aja, ya. Ini patut dipertanyakan,” kata Mangara seperti yang dilansir Nonstop, Rabu (24/12).

Selain menduga adanya mark-up dalam tender yang dimenangkan PT Astra itu menurut Uchok, pengadaan kendaraan dinas tersebut juga merupakan pemborosan anggaran. “Menteri saja tidak membeli mobil baru, masa pimpinan DPRD nafsu banget ngambil mobil baru? Mobil lama itu mau diapain?, akan kita laporkan kasus ini ke KPK,” tanya Uchok. (jj)