PNS Dilarang Rapat di Hotel, TNI AD Apel di Kebun

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada bawahannya
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada bawahannya
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada bawahannya

pojoksatu.id – TNI Angkatan Darat ikut menindaklanjuti arahan pemerintah untuk berkerja lebih efisien tak membuang-buang anggaran. Jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang rapat di hotel-hotel berbintang 5 atau 4, maka TNI AD rela menggelar apel untuk sekelas Komandan Satuan (Dansat) di tengah perkebunan sawit.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jendral Gatot Nurmantyo mengemukakan, mereka sengaja menggelar upacara Dansat 2014 ini di perkebunan sawit di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kota Waringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Apel tersebut diikuti para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) se Indonesia.

“Jika instansi pemerintah demikian, maka tidak ada alternatif lain, TNI kembali ke tenda-tenda ini,” kata Gatot dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri tatap muka dengan Dansat TNI AD, di dalam tenda di tengah perkebunan sawit, Jumat (5/12).

Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat (5/12), Presiden Jokowi hadir di tengah para Dansat dengan didampingi oleh Ibu Negara Iriana Widodo, Panglima TNI Jendral Moeldoko, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.


Dalam laporannya, Gatot mengatakan, latar belakang diadakannya apel Danrem dan Dandim karena adanya kekhawatiran bahwa pertambahan penduduk yang terus melesat. Pertambahan penduduk dunia yang sangat pesat itu, lanjut KSAD, mengakibatkan energi sudah sangat menipis, pangan sangat menipis, dan air juga sangat menipis.

“Sangat dimungkinkan bentuk konflik ke depan berlatar belakang energi, pangan, dan air, yaitu equator. Atas perkembangan itulah, TNI AD menganggap perlu ada sikap untuk menyikapi perkembangan ini, karena ke depan perang akan ada di equator, tempat kita berlatar belakang pangan, air, dan energi,” tutur Gatot. (adk/jpnn)