Lagi- lagi kesatuan TNI kembali tercoreng oleh oknum TNI AD dengan aksi koboinya melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap warga di Foodcourt 88 Kemang Jakarta Selatan.
Korban berinisial AAL yang berprofesi sebagai Juru Parkir (Jukir) foodcourt 88 mengaku awalnya hendak mencoba melerai aksi kedua oknum TNI terhadap rekan jukirnya, namun malah menyasar serangan dari oknum TNI itu mengarah kepada dirinya.
Korban mengaku dibenturkan wajahnya dengan bangku plastik. Oknum yang diketahui Kasdim Kodim Jaksel dan oknum Babinsa Koramil Mampang kembali melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka dibagian bibir, bengap di wajah dan di kepala.
Baca Juga: Bangun Klaster Agribisnis, Kementan Dorong Petani Milenial Tumbuhkan P4S
Aksi koboi kedua oknum TNI itu terjadi pada Sabtu (25/11/2023) pukul 03.00 WIB.
Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen TNI) Laksamana Muda TNI Julius Widjojono mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi dugaan penganiayaan tersebut.
Saat ini, pihaknya berjanji akan memproses kedua oknum TNI Pamen dan Bintara itu.
"Kami tetap proses mereka, dan silahkan tanyakan penanganannya ke Kodim setempat serta ke Kodam Jaya perihal kedua oknum TNI itu ya," kata Laksama Julius kepada wartawan, Senin (28/11/2023).
Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga akan transparan memproses kasus yang dilakukan anggotanya itu. Bahkan ia tak segan- segan akan meminta awak media untuk mengawal kasus tersebut.
"(Kawal) dan tanyakan ke Kodim setempat serta ke Kodam Jaya perihal penanganan oknum TNI," ujarnya.
Sementara itu, dari pengakuan korban ALL, awalnya dirinya yang mencoba melerai aksi kedua oknum TNI terhadap rekan jukirnya, malah penganiayaan itu menyasar kepada dirinya.
"Saya lagi markir diwilayah tengah. Awalnya mereka (oknum TNI) bersitegang dengan rekan saya jukir yang dibagian depan. Disituh saya melihat rekan jukir saya di dorong, lalu saya hampiri untuk melerai agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan karena masih banyak pengunjung foodcourt 88. "Kata korban saat membuat aduan ke Puspomad, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga: Lukman Dolok Saribu Baru 2 Minggu Pulkam ke Toba Sumut, Selama 5 Tahun Kerja Nyopir di Papua Barat
Dia juga mengaku bahwa luka yang dialaminya itu sudah dilakukan visum sebagi bukti ada penganiayaan yang dialami korban.
"Sudah di visum dan dikawal sama anggota PUSPOMAD, karena kami sudah adukan dan ada bukti laporannya juga mas," ucap korban.
Dari keterangan saksi lain inisial HR, percecokan ketidakharmonisan itu telah terjadi ketika anak pemilik tanah yang bernama Arifin ingin mengambil alih pengelolaan foodcourt 88.
Dia juga menduga kejadian diduga karena adanya sengketa pengelola foodcourt 88 lama dengan anak pemilik tanah.
HR juga sudah di BAP di Puspomad membenarkan insiden yang terjadi terhadap rekannya di Food
court 88 Kemang.
"Mereka berdua berpakaian bebas, dan ada juga sekelompok orang Kupang yang ikut kedua oknum TNI itu. Dugan kami, mereka itu preman-preman bayaran, tapi mereka tidak ikut melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap AAL. Kita juga bantu melerai insiden itu," ungkap saksi HR ***
