POJOKSATU.id - Masih ingat Suhadriansyah, oknum dosen UIN Raden Intan Lampung 'nyoblos' Veni Oktavana?
Nah, berikut ini ada kabar terbaru Suhardiansyah yang 6 kali wikwik dengan Veni Oktaviana pakai tisu magic.
Kini Suhardianyah pun harus menerima akibat dari aksi saling goyang dengan Veni Oktaviana di rumahnya itu.
Baca Juga: Bentrokan di Muntilan, Bupati Magelang Ngamuk dan Keluarkan Anacaman, Kekeluargaan atau Proses Hukum
Seperti diketahui, akibat kelakuannya yang suka nyelup 'keris' ke mahasiswi cantik itu rumah tangganya terancam kandas di tengah jalan.
Tidak hanya itu, Suhardiansyah juga langsung dipecat dengan tidak hormat sebagai dosen.
Ia dianggap telah bersalah melanggar kode etik dosen.
Karena itu, UIN Raden Intan Lampung pun langsung memutus kontrak dosen yang berstatus PPPK itu.
Belum lagi, pria kelahiran Bandar Lampung itu juga harus menerima sanksi sosial dari masyarakat yang geram dengan kelakuan cabulnya.
Itu karena dia tidak bersyukur dan tidak tahu diuntung padahal ia telah memiliki istri dan 2 anak.
Baca Juga: Tidak Ada Orang yang Diamankan dari Bentrokan di Muntilan, Ini Penjelasan Polisi
Kasus perselingkuhan dan wikwik dengan mahasiswi cantik bahkan sampai jadi pemberitaan nasional.
Pastinya, jejak digital pun tidak akan bisa dihapus.
Dengan demikian, dia dipastikan bakal sulit mendapatkan pekerjaan atau mengajar di lembaga pendidikan lainnya.
Pasalnya, tidak mungkin sebuah lembaga pendidikan mau menerima Suhardiansyah yang hobi celup 'keris' ke mahasiswa cantik.
Baca Juga: 6 Sepeda Motor Dibakar Massa Bentrokan Muntilan, Kondusi Sudah Kondusif
Belum lagi, ia bersama Veni Oktaviana juga terancam sanksi penjara.
Itu jika nantinya ada pihak yang merasa dirugikan dan membuat laporan polisi.
Apakah konsekuensi itu semua sudah cukup? Tentu saja belum.
Baca Juga: Anda Pasti Geleng-geleng, Awal Mula Bentrokan Muntilan Ternyata Blayer-blayeran
Kini, konsekuensi lain harus diterima Suhardiansyah.
Sebab, warga di lingkungan tempat tinggalnya, kini sudah tidak bisa menahan emosi lagi.
Warga setempat memutuskan mengusir Suhardiansyah dan tidak mau dosen cabul itu tinggal di permukiman tersebut.
Baca Juga: Kronologi Bentrok Muntilan Simpatisan PDIP vs GPK, Siapa yang Memulai?
Pasalnya, warga menganggap kelakuan Suhardianyah itu dianggap telah mencemarkan nama baik perumahan itu.
Untuk diketahui, Suhardiansyah tinggal di Perumahan Bahtera Indah Sejahtera, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.
Ia tinggal di rumah berpagar tembok warna hijau itu sejak 8 tahun lalu, tepatnya sejak 2015 silam.
Selama ini, di rumah tersebut, ia diketahui tinggal bersama istrinya berinisial DP dan 2 anaknya.
Akan tetapi akhir-akhir ini DP sering tidak terlihat.
Baca Juga: Hasil Lengkap Liga 2 Hari Ini 15 Oktober: PSMS Imbang Lagi, Bekasi City Derita Kekalahan Perdana
Hal itu lantaran DP tercatat menjadi guru di sebuah SMP negeri di Bengkulu, yang merupakan kampung halamannya.
Di Bengkulu, DP tinggal bersama 2 anaknya.
Sejak saat itu, DP menjalani rumah tangga jarak jauh atau LDR.
Baca Juga: Inikah Penyebab Bentrok Muntilan di Magelang? Dari Lempar Batu sampai Bakar-bakar
Hal itulah yang diduga membuat Suhardiansyah begitu hepi sehingga bisa bebas memasukkan Veni Oktaviana dan saling genjot di dalam rumahnya sendiri.
Atas kejadian tersebut, ketua RT setempat, Aan, meminta Suhardinsayah pindah rumah atau keluar dari perumahan tersebut.
Sebab warga setempat sudah tidak lagi ingin dosen cabul itu tinggal di permukiman itu.
"Karena sudah merasa tercemar, sehingga warga tak mau menerima keberadaan dosen tersebut," ungkap Aan.
Warga juga tidak ingin kejadian serupa dilakukan lagi di lain hari.
Baca Juga: Bentrok Muntilan Berlanjut Hingga Malam Hari, Ini Penyebabnya
Mengingat Suhardiansyah dengan santainya menyatakan bahwa ia berpacaran dengan Veni Oktaviana.
Padahal warga sudah mengetahui persis bahwa ia sudah beristri dan memiliki anak.
Baca Juga: Bentrok Muntilan GPK vs Simpatisan PDIP, Jalan Raya Muntilan Mencekam, Ada yang Dibakar
"Warga juga khawatir perbuatannya akan terulang," ungkap Aan.***

