BEKASI.POJOKSATU.ID – Seorang nasabah Bank Muamalat, Prescilia Lilian, bersama keluarganya memperjuangkan hak mereka selama 13 tahun, namun hingga kini belum ada kejelasan.
Persoalan bermula ketika perusahaan keluarganya, CV New Cahaya Ujung (NCU), membeli 9 unit dump truck untuk mendukung operasi tambang pada 2011, senilai Rp3,5 miliar.
Namun, setelah transaksi batal, uang perusahaan sebesar Rp1,4 miliar di rekening CV NCU dilaporkan diambil oleh pihak bank tanpa kejelasan.
Pihak Bank Muamalat, kata Angga, juga diduga melakukan perampasan dan penggelapan aset CV NCU pada kurun waktu Oktober 2012-2014.
Baca Juga: Natasha Wilona Laporkan Produk Kecantikan ke Polda Metro Jaya, Ternyata Ini Alasannya
Kuasa Hukum CV NCU, Angga Busra Lesmana, juga menuding Bank Muamalat terlibat dalam dugaan perampasan aset perusahaan, barang-barang yang diambil antara lain, sembilan unit dump truck dengan nilai Rp3,5 miliar, satu set crushing plant dan washing plant dengan nilai Rp18 miliar, dan 8 sertifikat menyebabkan kerugian perusahaan mencapai Rp398 miliar.
Selama bertahun-tahun, keluarga Prescilia, melaporkan masalah ini ke berbagai pihak, namun hasilnya nihil.
"Kami sering mendatangi kantor pusat Bank Muamalat, tetapi selalu dilempar-lempar dan tidak ada tindak lanjut," ungkap Prescilia.
Pada salah satu kunjungannya ke kantor pusat Bank Muamalat di Kuningan, Jakarta Selatan, Angga bahkan mengaku sempat terkunci di ruangan hingga pukul 20.00 WIB sebelum aparat Polsek setempat membukakan pintu.
"Baru dibilang ke satpam, 'ini sama saja penyekapan' karena ada akses khusus untuk keluar-masuk harus izin tim satpam. Kemudian datang rekan dari Angga yaitu Muklis lalu teriak 'buka-buka' dan sekuriti yang pegang akses dipanggil dan membukaan pintu sehingga rekan angga Muklis dapat masuk, kemudian Pintu di Tutup Kembali, baru setelah anggota dari Polsek datang pintu di buka," tutur dia.
Angga menyatakan pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya.
"Kami sedang menyusun laporan polisi untuk menyelesaikan persoalan ini secara serius," kata dia.***

