POJOKSATU.ID - Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.
Pemerintah memastikan Tol Serang–Panimbang akan dibuka secara fungsional tanpa tarif guna membantu kelancaran arus mudik.
Tol tersebut akan dioperasikan sementara pada Seksi 2 ruas Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 kilometer.
Pembukaan jalur ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri serta mempercepat perjalanan pemudik menuju wilayah Banten bagian selatan.
Baca Juga: 10 Ide Dessert Takjil Praktis untuk Buka Puasa, Cuma 5 Bahan dan Bisa Dibuat 10 Menit
Pengoperasian fungsional ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dibuka Dua Jalur dan Dua Arah
Selama periode mudik Lebaran 2026, ruas tol ini akan dibuka dengan dua jalur dan dua arah, yaitu melalui jalur A dan jalur B.
Dengan sistem tersebut, kendaraan dapat melintas secara lebih lancar baik menuju arah Panimbang maupun kembali ke arah Serang.
Namun demikian, pengoperasian tol ini masih bersifat terbatas.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Kepala Daerah Dilarang ke Luar Negeri! Ini Alasannya
Jalur fungsional tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I non bus, seperti mobil pribadi dan kendaraan kecil lainnya.
Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan serta memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui selama masa uji operasional.
Pihak pengelola juga akan menyiapkan rambu-rambu lalu lintas serta petugas di lapangan untuk memastikan pengendara dapat melintas dengan aman dan tertib.
Membantu Kelancaran Arus Mudik
Pembukaan Tol Serang–Panimbang secara fungsional dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Setiap tahun, jalur menuju kawasan Banten selatan seperti Pandeglang dan sekitarnya sering mengalami kepadatan kendaraan, terutama saat puncak mudik.
Dengan adanya tambahan akses tol ini, diharapkan sebagian arus kendaraan dapat dialihkan dari jalan nasional maupun jalan kabupaten yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat.
Selain itu, keberadaan tol ini juga diperkirakan mampu mempersingkat waktu tempuh perjalanan masyarakat menuju berbagai destinasi di Banten.
Baca Juga: Indonesia Serukan 3 Negara Dilanda Perang Menahan Diri, Harga Minyak Mentah Dunia Sudah Naik
Infrastruktur Pendukung Disiapkan
Agar operasional tol berjalan lancar, sejumlah fasilitas pendukung juga akan disiapkan selama masa pengoperasian fungsional.
Mulai dari pos pengamanan, petugas lalu lintas, hingga sistem pengawasan akan ditempatkan di beberapa titik strategis.
Pengendara juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan keselamatan berkendara, termasuk menjaga kecepatan kendaraan dan mengikuti rambu lalu lintas yang tersedia.
Karena masih berstatus jalur fungsional, pengemudi diharapkan tetap berhati-hati dan menjaga jarak aman antar kendaraan.
Bagian dari Proyek Strategis Nasional
Tol Serang–Panimbang sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah Banten.
Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan akses menuju kawasan pariwisata di wilayah Pandeglang dan sekitarnya.
Jika seluruh ruas telah selesai dibangun, tol ini nantinya akan menghubungkan kawasan Serang dengan Panimbang secara lebih cepat dan efisien.
Dalam jangka panjang, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah Banten selatan.
Dengan dibukanya ruas Rangkasbitung–Cileles secara fungsional saat Lebaran 2026, masyarakat setidaknya sudah bisa merasakan manfaat awal dari pembangunan infrastruktur tersebut.
Pemerintah berharap keberadaan jalur tol tambahan ini dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus membuat perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.***

