POJOKSATU.ID - Program Mudik Gratis 2026 kembali digelar dengan skala yang lebih besar.

Sebanyak 96 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mendukung keberangkatan hingga 100 ribu pemudik ke berbagai daerah di Indonesia.

Target ambisius ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Program mudik gratis yang digagas Kementerian BUMN tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban biaya transportasi, tetapi juga mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan selama musim arus mudik.

Baca Juga: Produk Disalahgunakan Konsumen, Perusahaan Bisa Kena Kasus Hukum? Ini Fakta dan Contohnya!

Target 100 Ribu Pemudik

Tahun 2026 menjadi momentum peningkatan kapasitas peserta secara signifikan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta berada di kisaran puluhan ribu, kini targetnya menembus 100 ribu pemudik yang akan diberangkatkan melalui berbagai moda transportasi.

Moda yang disiapkan meliputi bus, kereta api, hingga kapal laut untuk rute-rute tertentu.

Sejumlah BUMN di sektor transportasi dan logistik turut dilibatkan guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Cium 2 Kongkalikong Tiffany & Co dengan Pejabat Lama Bea Cukai, Sudah Ganti yang Baru

Program ini mencakup rute dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah timur Indonesia.

Didukung 96 Perusahaan BUMN

Partisipasi 96 perusahaan BUMN menunjukkan kolaborasi besar dalam program sosial ini.

Perusahaan dari sektor perbankan, energi, konstruksi, hingga telekomunikasi ikut ambil bagian, baik melalui penyediaan armada maupun dukungan pembiayaan.

Sinergi lintas sektor ini menjadi contoh konkret peran BUMN tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan dan pelayanan publik.

Dengan jumlah perusahaan yang terlibat semakin banyak, jangkauan peserta pun diharapkan semakin luas dan merata.

Selain menyediakan transportasi gratis, sejumlah BUMN juga menyiapkan fasilitas tambahan seperti paket makanan ringan, asuransi perjalanan, hingga layanan kesehatan dasar sebelum keberangkatan.

Tekan Risiko Kecelakaan dan Kepadatan

Setiap musim mudik Lebaran, lonjakan kendaraan pribadi di jalur darat kerap memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga: Pilih PPPK atau PNS 2026? Gajinya Setara, Tapi Hak Pensiun Jadi Pembeda Besar

Dengan adanya program mudik gratis, masyarakat didorong untuk beralih ke moda transportasi massal yang lebih aman dan terorganisir.

Langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dari kendaraan pribadi.

Penggunaan bus dan kereta api secara kolektif dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ini agar perjalanan mudik lebih tertib dan terkoordinasi.

Baca Juga: Pelamar CPNS 2026 Wajib Tahu! 10 Kesalahan Sepele Ini Bikin Ribuan Orang Gagal Lolos Administrasi

Mekanisme Pendaftaran

Pendaftaran Mudik Gratis 2026 direncanakan dilakukan secara daring melalui kanal resmi masing-masing BUMN maupun portal terpusat yang disediakan panitia.

Calon peserta wajib memenuhi persyaratan administrasi seperti identitas diri dan tujuan perjalanan yang jelas.

Karena kuota terbatas, sistem pendaftaran diperkirakan akan menggunakan skema siapa cepat dia dapat, dengan verifikasi data untuk mencegah pendaftaran ganda.

Masyarakat diimbau untuk memantau pengumuman resmi agar tidak tertipu oleh informasi palsu atau tautan tidak resmi yang berpotensi merugikan.

Antusiasme Masyarakat

Program mudik gratis selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama pekerja sektor informal dan buruh yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih ringan.

Bagi sebagian keluarga, penghematan biaya transportasi dapat dialihkan untuk kebutuhan Lebaran lainnya.

Dengan dukungan 96 BUMN dan target 100 ribu peserta, Mudik Gratis 2026 menjadi salah satu program sosial terbesar menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kini publik menanti jadwal resmi pendaftaran dan daftar lengkap rute yang akan dilayani.

Jika target tercapai, program ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat citra BUMN sebagai tulang punggung pelayanan publik nasional.***