POJOKSATU.id - Ada fase dalam hidup ketika kita merasa ragu, apakah ilmu yang selama ini dipelajari benar-benar bisa menjadi bekal di dunia kerja yang nyata.

Saya merasakan itu, hingga akhirnya, pertemuan saya dengan MagangHub dan PT Pojok Satu Indonesia menjadi titik balik yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

Pojok Satu dan MagangHub bukan sekadar nama program atau perusahaan bagi saya. 

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Keduanya menjadi ruang belajar, ruang jatuh bangun, sekaligus ruang bertumbuh. 

Di sanalah saya, Vidya Rahmawaty, belajar mengenali diri sendiri lebih dalam bukan hanya sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, tetapi sebagai pribadi yang siap menghadapi dunia profesional.

 

Awal Mula Mengenal MagangHub

Saya Vidya Rahmawaty, lulusan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi. 

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Sejak awal, saya memang memiliki ketertarikan besar pada dunia kepenulisan. 

Namun, saya sadar bahwa teori yang saya pelajari di bangku kuliah tentu berbeda dengan praktik di lapangan.

Awal mula saya mengetahui program MagangHub justru dari seorang teman. 

Ia bercerita tentang program magang nasional yang membuka banyak peluang di berbagai perusahaan. Rasa penasaran langsung muncul. 

Saya mulai mencari tahu, menelusuri apa itu MagangHub, bagaimana sistemnya, serta perusahaan-perusahaan yang bekerja sama di dalamnya.

Setelah merasa yakin, saya mulai mempersiapkan segala hal. 

Membuat akun, melengkapi data diri, mengunggah ijazah, menyusun CV sebaik mungkin, hingga memastikan semua dokumen tertata rapi. 

Proses ini sederhana, tetapi bagi saya penuh harapan. 

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Saya merasa sedang mengetuk pintu kesempatan pertama menuju dunia profesional.

Menurut saya, MagangHub memberikan kemudahan bagi peserta. 

Informasi jelas, alur pendaftaran terstruktur, dan banyak pilihan perusahaan yang bisa disesuaikan dengan latar belakang masing-masing. 

Sebagai peserta, saya merasa difasilitasi dengan baik.

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

 

Proses Seleksi dan Menemukan PT Pojok Satu Indonesia

Tahap berikutnya adalah riset perusahaan. 

Karena saya berdomisili di Kota Bogor, saya berusaha mencari perusahaan yang lokasinya tidak terlalu jauh. 

Saya ingin realistis sekaligus strategis.

Di tengah pencarian itu, saya menemukan PT Pojok Satu Indonesia sebuah perusahaan media digital. 

Hati saya langsung tertarik, sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, rasanya ini sangat relevan. 

Saya pun mendaftar pada posisi creator artikel.

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Tak lama kemudian, saya mendapatkan panggilan untuk wawancara. 

Rasanya campur aduk antara senang dan gugup. 

Sebelum wawancara, saya diminta mengisi sejumlah data dan menjawab beberapa pertanyaan dari perusahaan.

Saya mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, karena saya tahu kesempatan tidak datang dua kali.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Saat wawancara berlangsung, saya berusaha menjadi diri sendiri. 

Jujur dengan kemampuan, tetapi tetap percaya diri. 

Alhamdulillah, saya diterima, hari itu menjadi salah satu hari yang tidak akan saya lupakan.

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Hari Pertama Onboarding di Dunia Media

Hari pertama onboarding di PT Pojok Satu Indonesia benar-benar membuka mata saya. 

Dunia media ternyata jauh lebih dinamis daripada yang saya bayangkan.

Saya belajar bagaimana membuat berita yang baik dan benar, memahami struktur penulisan artikel media, serta bagaimana memproduksi konten dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Saya juga mulai memahami ritme kerja di dunia media digital yang serba cepat.

Jam kerja, target, koordinasi tim, semuanya terasa baru. 

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Namun justru di situlah tantangannya.

Saya merasa seperti mahasiswa baru lagi, tetapi kali ini di “kampus” bernama dunia kerja.

 

Tantangan Target 15 Artikel Sehari

Setelah masa onboarding selesai, kami dilepas untuk bekerja dengan ritme masing-masing.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi 

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Target 15 artikel per hari dengan batas maksimal publish pukul 21.00 membuat saya cukup kewalahan di awal. 

Rasanya seperti dikejar waktu tanpa henti. Saya sempat keteteran, bahkan bertanya dalam hati, “Apakah saya sanggup?”

Namun, seiring waktu, saya mulai menemukan pola. 

Saya belajar mengatur waktu, menentukan prioritas, dan memahami teknik menulis yang lebih efektif. 

Saya belajar bahwa bekerja cerdas sama pentingnya dengan bekerja keras.

Sedikit demi sedikit, rasa kewalahan itu berubah menjadi kebiasaan. Saya mulai menikmati ritmenya.

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Saya tidak lagi merasa dikejar, tetapi justru merasa tertantang.

 

Revisi, Rasa Tidak Percaya Diri, dan Makna Sebuah Arahan

Dalam proses bekerja, tentu tidak selalu mulus. 

Saya beberapa kali mendapatkan revisi atau arahan dari mentor sekaligus pimpinan redaksi, yaitu Bapak Guruh Permadi.

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Jujur, pada awalnya setiap revisi membuat saya merasa kurang percaya diri. 

Saya sempat berpikir apakah tulisan saya memang kurang baik. 

Namun lama-kelamaan saya sadar, tidak ada pekerjaan yang sempurna.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Saya menarik satu benang merah penting yakni revisi bukan berarti gagal, tetapi bentuk perhatian. 

Bapak Guruh tidak hanya memberi arahan, tetapi benar-benar membimbing. 

Beliau bertanggung jawab terhadap setiap karya yang kami hasilkan.

Bagi saya dan teman-teman divisi creator artikel, beliau bukan sekadar mentor. Beliau seperti “Bapak” yang sesungguhnya. 

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Sosok yang bisa diajak berdiskusi, bercanda, bahkan berbagi cerita. 

Sosok yang membuat kami merasa dihargai.

Dari semua proses yang saya lalui dan usaha yang saya konsistenkan setiap hari, akhirnya saya merasakan hasil yang nyata. 

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Salah satu artikel yang saya tulis berhasil meraih page view tertinggi, menjadi pencapaian yang tidak hanya membanggakan.

Tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras dan strategi yang tepat benar-benar membuahkan hasil.

 

Rumah Kedua Bernama ‘Jadi Robot Sejak Dini’

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Salah satu hal yang paling saya banggakan selama magang adalah bertemu teman-teman seperjuangan yaitu Dea, Mamong, Treeya, Yulia, Vina, Silva, Pasha, Nadhive, Panggah, David, dan lainnya.

Di tengah tekanan pekerjaan dan target yang tinggi, mereka menjadi alasan saya bertahan. 

Kami saling menguatkan, berbagi tips, bahkan saling menyemangati saat salah satu merasa lelah.

 

Bertemu Teman Baru dari Berbagai Universitas, Membuka Relasi Seluas-Luasnya

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Salah satu hal yang tidak kalah berharga selama saya magang di PT Pojok Satu Indonesia adalah kesempatan bertemu teman-teman baru dari berbagai latar belakang universitas, bahkan dari luar Kota Bogor. 

Awalnya kami hanya saling mengenal sebagai sesama anak magang, tetapi lama-kelamaan tumbuh rasa kebersamaan yang begitu tulus.

Saya merasa senang karena lingkup pertemanan saya menjadi jauh lebih luas. 

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Kami berasal dari jurusan dan kampus yang berbeda-beda, sehingga setiap orang membawa sudut pandang unik dalam bekerja. 

Dari mereka, saya belajar bahwa dunia kerja tidak hanya soal kemampuan individu, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berkolaborasi.

Kami sering berbagi cerita tentang pekerjaan masing-masing. 

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Bagaimana tantangan di divisi tertentu, bagaimana cara mereka menyelesaikan target, bagaimana rasanya menghadapi revisi, hingga cerita-cerita kecil yang membuat kami tertawa di tengah padatnya deadline. 

Dari obrolan-obrolan sederhana itu, saya jadi memahami bahwa setiap divisi memiliki peran penting dan tantangan yang berbeda.

Relasi yang saya dapatkan di sini bukan sekadar teman kerja sementara. 

Mereka adalah jaringan yang suatu hari nanti mungkin akan kembali dipertemukan dalam perjalanan karier kami masing-masing. 

Dan bagi saya, itu adalah salah satu hadiah terindah dari pengalaman magang ini.

 

Uang Saku Setara UMK Kota Bogor, Bukti Nyata dari Sebuah Perjuangan

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Salah satu hal yang paling membuat saya bersyukur selama mengikuti program MagangHub di PT Pojok Satu Indonesia adalah ketika menerima uang saku yang nominalnya setara UMK Kota Bogor. 

Bagi sebagian orang mungkin itu terdengar biasa, tetapi bagi saya, itu adalah pencapaian yang sangat berarti sebagai “fresh graduate”

Sebagai anak, ada kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan ketika saya bisa memberikan sebagian dari uang saku tersebut kepada orang tua. 

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Rasanya seperti ada perasaan haru dan bangga dalam waktu bersamaan. 

Saya juga bisa berbagi dengan adik dan saudara yang lain. 

Tidak harus dalam jumlah besar, tetapi ada rasa lega karena saya bisa memberi, bukan hanya menerima.

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Pengalaman ini mengajarkan saya arti tanggung jawab dan kemandirian secara nyata. 

Bahwa kerja keras, target 15 artikel per hari, revisi, dan segala tantangan yang saya lalui, semuanya terbayar bukan hanya dengan pengalaman, tetapi juga dengan hasil yang bisa saya rasakan dan bagikan kepada keluarga.

Saya benar-benar bersyukur bisa mendapatkan kesempatan magang dengan uang saku sebesar itu. 

Bagi saya, ini bukan sekadar nominal, tetapi simbol bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

 

Perubahan dan Pertumbuhan Diri

Baca Juga: HEBOH Gempa Dahsyat M7,2 Guncang Malaysia! Indonesia Sampai Ikut Bergetar, BMKG Beberkan Penyebabnya

Selama magang, saya merasakan perubahan yang nyata dalam diri saya.

Pertama, dalam hal manajemen waktu, saya menjadi lebih disiplin dan terstruktur. 

Kedua, dalam hal komunikasi. Saya belajar berkomunikasi dengan rekan kerja dan atasan secara profesional. 

Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi

Ketiga, dalam hal kepercayaan diri. Saya kini lebih yakin dengan kemampuan menulis saya.

Dunia media yang awalnya terasa menakutkan kini justru terasa akrab. 

Saya tidak lagi ragu dengan pilihan saya untuk terjun ke bidang ini.

Harapan dan Langkah ke Depan

Magang di PT Pojok Satu Indonesia melalui MagangHub bukan sekadar pengalaman kerja. Ini adalah proses pembentukan diri.

Saya berharap pengalaman ini bisa membawa dampak besar dalam kehidupan saya ke depan. 

Apa pun langkah yang saya ambil nanti, saya ingin membawa nilai-nilai yang saya pelajari di sini yakni disiplin, tanggung jawab, keberanian mencoba hal baru, dan semangat untuk terus belajar.

Saya percaya, setiap proses memiliki makna dan bagi saya, MagangHub serta PT Pojok Satu Indonesia adalah bagian penting dari perjalanan itu.

Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK

Jika dulu saya ragu apakah saya mampu, hari ini saya bisa mengatakan dengan yakin bahwa saya mampu, karena saya sudah melewati prosesnya.

Dan perjalanan ini baru saja dimulai.***