BEKASI.POJOKSATU.ID — Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN Antara) menyelenggarakan kegiatan pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara daring yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme serta kesiapan wartawan dalam menghadapi uji kompetensi resmi.
Pra-UKW tersebut dibuka oleh Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan Teknologi Informasi Perum LKBN Antara, Rachmat Hidayat, pada Kamis. Ia menegaskan bahwa pra-UKW dirancang sebagai sarana pembekalan agar peserta memiliki pemahaman yang matang sebelum mengikuti UKW.
“Melalui pra-UKW ini, kami berharap rekan-rekan jurnalis memperoleh bekal yang cukup sehingga lebih siap saat mengikuti uji kompetensi wartawan,” ujar Rachmat, Kamis, 29 Jamuari 2026.
Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak Dua Hari, Dirut BEI Iman Rachman Akhirnya Pilih Mengundurkan Diri
Ia menambahkan, Perum LKBN Antara dijadwalkan menggelar Uji Kompetensi Wartawan pada 4–5 Februari 2026. UKW tersebut akan diikuti oleh 30 jurnalis dari tiga kategori platform media, yakni media siber, foto, dan televisi.
Menurut Rachmat, pelaksanaan UKW ini menjadi bagian dari komitmen LKBN Antara dalam mendorong peningkatan kualitas, profesionalisme, dan kompetensi jurnalis di Indonesia.
Sementara itu, Anggota Dewan Pers yang juga menjabat Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menilai pra-UKW memiliki peran penting dalam membantu peserta memahami standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik, serta alur dan mekanisme uji kompetensi.
Baca Juga: Kaesang Bikin Gempar Rakernas PSI, Spill Kehadiran ‘Bapak J’ yang Bikin Satu Ballroom Heboh
Dalam kegiatan tersebut, Abdul Manan turut menyampaikan sejumlah materi, antara lain terkait manajemen konvergensi media massa, penerapan kode etik jurnalistik, serta aspek hukum pers.
Pelaksanaan pra-UKW dan UKW ini didukung oleh sejumlah mitra strategis, di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Lubricants, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Bukit Asam Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Pelni, PT Bursa Efek Indonesia, serta BPJS Kesehatan.***

