POJOKSATU.id - DPP LDII mengunjungi Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta pada Jumat (12/7). Dalam pertemuan tersebut, LDII dan BKKBN membahas pencegahan stunting.
“Masalah stunting merupakan tanggung jawab semua pihak. Perhatian harus diberikan sejak masa remaja, termasuk tumbuh kembang calon ibu, bukan hanya pada anak saja,” ujar Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII, Sri Tresnahati Ashar.
Sebagai tindak lanjut, DPP LDII akan menyelenggarakan webinar pencegahan stunting pada 27 Juli mendatang.
Baca Juga: Ketum MUI dan LDII Sepakat Keberahaman Bentuk Ketakwaan kepada Allah
"Rangkaian acara meliputi webinar hybrid yang diikuti oleh 500 santri Ponpes Wali Barokah, Kota Kediri secara offline dan peserta dari DPW dan DPD LDII se-Indonesia secara daring," tambahnya.
Selain webinar, akan ada pemeriksaan hemoglobin pada 250 santriwati. “Juga akan ada talkshow yang mengundang Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo,” jelas Sri.
Untuk memperkuat program tersebut, Sri menambahkan bahwa akan ada penandatanganan nota kesepahaman antara LDII dan BKKBN mengenai pencegahan stunting.
“Harapannya, semakin banyak warga Indonesia yang memahami dampak dan penanganan stunting. Kami menyebutnya sebagai gerakan bersama,” tegasnya.
Baca Juga: LDII Minta Prabowo-Gibran Selesaikan 5 Poin Prioritas
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menyambut baik program LDII yang sejalan dengan program BKKBN. “Terutama dalam pencegahan dan penanganan stunting, serta program keluarga bahagia,” ujar Hasto.
Terkait program keluarga bahagia, Hasto menyatakan bahwa banyak keluarga di Indonesia mengalami gangguan mental.
“Keluarga berkualitas adalah keluarga yang tentram, mandiri, dan bahagia. Program Tri Sukses LDII selaras dengan tujuan ini. Nilai-nilai yang sangat baik, yang bisa diterapkan dalam keluarga,” jelas mantan Bupati Kulonprogo tersebut.
Hasto juga menjelaskan bahwa BKKBN dan LDII memiliki program yang beririsan. LDII merupakan organisasi yang peduli pada pembangunan sumber daya manusia.
"Saya kira banyak hal yang beririsan antara program keluarga berkualitas BKKBN dengan program yang ada di LDII. Oleh karena itu, BKKBN mengapresiasi dan berharap dapat bersama-sama membangun keluarga yang berkualitas," demikian kata dia.***

