POJOKSATU.ID - Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi pilihan utama pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha dengan bunga ringan.
Namun, muncul pertanyaan yang sering membuat calon pemohon ragu bagaimana jika pelamar KUR BRI sudah memiliki kredit konsumtif?
Apakah hal tersebut memengaruhi peluang pengajuan KUR disetujui?
Kredit konsumtif sendiri merupakan jenis pinjaman yang digunakan untuk kebutuhan pribadi, seperti kredit motor, KPR, kartu kredit, atau pinjaman multiguna.
Baca Juga: Ingin Studi S3 ke Austria? Beasiswa IASP 2026 Tawarkan Biaya Penuh untuk Dosen
Berbeda dengan KUR yang bersifat produktif, kredit konsumtif tidak secara langsung menghasilkan pendapatan.
Apakah Kredit Konsumtif Menggugurkan Pengajuan KUR BRI?
Jawabannya, tidak selalu. Memiliki kredit konsumtif tidak otomatis membuat pengajuan KUR BRI ditolak.
Namun, kredit konsumtif akan menjadi salah satu faktor penting dalam analisis kelayakan kredit oleh pihak bank.
BRI akan menilai kondisi keuangan pemohon secara menyeluruh, termasuk jumlah cicilan kredit konsumtif yang masih berjalan, riwayat pembayaran, serta kemampuan membayar cicilan KUR jika disetujui.
Baca Juga: Pengajuan KUR BRI Bisa Gagal Gara-gara SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
Peran SLIK OJK dalam Penilaian
Dalam proses pengajuan KUR BRI, bank akan melakukan pengecekan melalui SLIK OJK.
Di sinilah seluruh riwayat kredit pemohon tercatat, baik kredit produktif maupun konsumtif.
Jika kredit konsumtif yang dimiliki tercatat lancar tanpa tunggakan, peluang pengajuan KUR tetap terbuka.
Sebaliknya, jika terdapat tunggakan atau catatan kredit bermasalah, hal tersebut dapat menurunkan penilaian kelayakan pemohon.
Rasio Cicilan Jadi Pertimbangan Utama
Salah satu aspek yang paling diperhatikan BRI adalah kemampuan bayar atau rasio cicilan terhadap penghasilan.
Baca Juga: Besok Tepat 3 Pekan Bencana, 82 Desa di Aceh Tengah dan 59 Desa di Bener Meriah Masih Terisolasi
Jika cicilan kredit konsumtif sudah terlalu besar, bank akan menilai risiko gagal bayar semakin tinggi.
Meski usaha dinilai layak, pengajuan KUR bisa ditunda atau ditolak jika total beban cicilan dianggap melebihi kemampuan finansial pemohon.
Kredit Konsumtif yang Masih Ditoleransi
Pada praktiknya, kredit konsumtif seperti cicilan motor atau KPR dengan nilai wajar dan pembayaran lancar masih dapat ditoleransi.
Selama usaha yang dijalankan memiliki arus kas yang jelas dan mampu menutup seluruh kewajiban cicilan, KUR tetap berpeluang disetujui.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Cabang, Ini Cara Mengajukan KUR BRI Secara Online
Yang menjadi perhatian serius adalah kredit konsumtif jangka pendek dengan bunga tinggi atau pinjaman tanpa agunan yang menumpuk.
Tips Agar KUR BRI Tetap Disetujui
Agar pengajuan KUR BRI tetap memiliki peluang besar meski sudah memiliki kredit konsumtif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pastikan seluruh cicilan kredit berjalan lancar tanpa tunggakan.
Kedua, kurangi atau lunasi sebagian kredit konsumtif sebelum mengajukan KUR.
Ketiga, siapkan data usaha yang jelas, mulai dari lama usaha, omzet, hingga perputaran keuangan.
Data usaha yang kuat dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian bank.
Baca Juga: BPNT Tahap 4 2025 Kapan Cair di Jawa Barat? Ini Bocoran Jadwal dan Cara Cek KKS
Calon pemohon KUR disarankan bersikap transparan terkait kepemilikan kredit konsumtif.
Menyembunyikan informasi justru berisiko membuat pengajuan ditolak saat data terdeteksi dalam SLIK OJK.
BRI lebih mengutamakan pemohon yang jujur dan memiliki komitmen pembayaran yang baik.
Memiliki kredit konsumtif tidak secara otomatis menggugurkan pengajuan KUR BRI.
Baca Juga: Bansos Tak Cair Berbulan-bulan? Ini Penyebab Verifikasi Ulang KPM Bisa Tertunda Lebih dari 2 Bulan
Namun, kondisi kredit konsumtif sangat memengaruhi penilaian kelayakan.
Selama cicilan lancar dan kemampuan bayar mencukupi, peluang KUR disetujui tetap terbuka.
Kunci utamanya adalah menjaga catatan kredit tetap sehat dan memastikan usaha benar-benar produktif.***

