POJOKSATU.id - Kabar bocah SD bunuh diri di Pekalongan karena tak boleh main HP mendapat sorotan publik.

Bocah SD bunuh diri tersebut diketahui berinisial AKA yang masih berusia 10 tahun.

AKA memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar pada Rabu 22 November 2023.

Baca Juga: Bram Parung dan Almas Solo, Mahkamah Konstitusi dan Perkara Nomor 90

Bocah SD yang masih duduk di bangku kelas V itu merupakan warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Dikutip Pojoksatu.id dari Radar Semarang, AKA bunuh diri diduga karena marah tak dibolehkan main HP.

Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim, mengatakan, AKA sebelumnya sempat ditegur oleh orang tuanya.

Baca Juga: Keppres Pemberhentian Firli Bahuri Diteken Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma Jumat Malam

Alasannya karena AKA terus menerus memainkan HP.

Selanjutnya orang tua bocah SD di Pekalongan itu menegur AKA.

Alasannya karena AKA diingatkan agar segera makan siang dan menaruh HP lebih dulu.

Baca Juga: Hasil Ijtima Ulama Diasumsikan Politik Identitas, Anies : Kok Yang Lain-lain Diterima

“HP diminta ibunya. Lalu korban marah, lantas masuk kamar dan mengunci pintu,” kata Isnovim.

Usai mendapat teguran itu, AKA memilih mengurung diri di kamar.

Sampai sore bahkan AKA sama sekali tidak terlihat keluar kamar.

Orang tua menduga saat itu korban tengah tertidur sehingga tidak dicek ke dalam kamar.

Baca Juga: Dua Tahun Cor Istri Dalam Rumah Tak Ketahuan Tetangga, Ternyata Motifnya Gara-gara Orang Ketiga

Selanjutnya orang tua mengetuk berkali-kali pintu kamar pada sore hari.

Saat itu AKA diingatkan akan berangkat mengaji.

Akan tetapi orang tua sama sekali tidak mendapat jawaban dari dalam kamar.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Big Match Liga Inggris Pekan ini Manchester City Vs Liverpool 25 November 2023

Karena itu ibu korban memutuskan untuk mengintip melalui celah pintu kamar.

Betapa kagetnya orang tua korban mendapati ternyata AKA sudah dalam keadaan tergantung.

AKA ditemukan dalam keadaan leher terikat selendang yang diikat pada kusen jendela kamar.

Baca Juga: Warga Kolaka Digegerkan Dengan Penemuan Mayat di Indekos

Mendapati hal itu, ibu AKA berteriak histeris sehingga menggundang para tetangga yang berdatangan.

Setelah diturunkan, AKA langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis dan bis diselamatkan.

Baca Juga: Polda Beri Penjelasan Soal Penembakan Nelayan di Laonti: Anggota Membela Diri

Akan tetapi ternyata AKA saat itu sudah tidak bernafas.

“Kemudian pintu dibuka paksa, didapati korban sudah seperti itu (tergantung). Sempat dilarikan ke puskesmas, tapi ternyata sudah meninggal," jelasnya.

Selanjutnya orang tua korban membawa pulang AKA.

Baca Juga: Banding Kris Wu Ditolak, Tetap Harus Jalani Hukuman 13 Tahun Penjara

Keesokan harinya AKA dimakamkan di tempat pemakaman terdekat di tempat tinggalnya.***