Tak Mau Kalah dengan Ferdy Sambo, Kompol Baiquni Wibowo Ikutan Ajukan Banding Pasca Dipecat tidak Hormat

Kompol Baiquni Wibowo dan Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polri terus melakukan pemecatan tidak hormat terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua, termasuk orang-orang yang berperan atas kematian Ajudan Ferdy Sambo tersebut.


Seperti yang dilakukan, Kompol Baiquni Wibowo dijatuhakn sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) sebagai anggota polri, dalam Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP)

Kompol Baiquni sendiri merupakan salah satu tersangka obstruction of justice atau yang menghalangi kasus pembunuhan Brigadir J.

Mengenai hal ini, Baiquni pun mengajukan banding usai dijatuhi hukuman (PTDH) dari keanggotan Polri.


Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo membernarkan jika Baiquni mengajukan banding.

“Telah diputuskan oleh sidang komisi, yang bersangkutan mengajukan banding juga,” ucap Dedi pada Jumat, 2 September 2022.

Dedi menilai Kompol Baiquni yang mengajukan banding itu merupakan haknya.

“Itu haknya yang bersangkutan,” ucapnya pada Jumat, 2 September 2022.

BACA : Kompol Chuck dan Baiquni, 2 Alumni Akpol 2006 Karir Moncer Tersangka Kasus Brigadir Joshua

“Kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan kami. Izinkan kami ajukan banding, apapun putusan banding kami siap menerima,” kata Sambo. pada 26 Agustus 2022.

Ferdy Sambo diberi waktu tiga hari untuk mengajukan banding dalam bentuk banding tertulis.

Banding Ferdy Sambo nantinya akan diproses selama dua puluh satu hari

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sesuai dengan Pasal 69, Ferdy Sambo dikasih kesempatan untuk menyampaikan banding secara tertulis 3 hari kerja.

“Selanjutnya sesuai dengan Pasal 69, nanti untuk sekretaris KEPP dalam waktu banding 21 hari akan memutuskan keputusannya, apakah keputusannya tersebut sama dengan yang disampaikan pada hari ini atau ada perubahan. Yang jelas yang bersangkutan sudah menerima apapun keputusan yang akan diambil sidang bandingnya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di TNCC Polri, Jakarta Selatan, Jumat 26 Agustus 2022.

Dedi juga menjelaskan khusus untuk Ferdy Sambo, putusan banding final dan mengikat.

Putusan banding Ferdy Sambo merupakan upaya hukum etik terakhir bagi Ferdy Sambo. (ade/pojoksatu/fin)