Dua Warga Tewas Usai Nenggak Miras Oplosan, Polisi Ringkus Pemilik Lagi Nyabu

Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Tangsel. Rian/pojoksatu
Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Tangsel. (Rian/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JATIM- Polresta Sidoarjo menggerebek home industri penyulingan minuman keras (miras) oplosan di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian.


Dua orang, yakni Dedy (38) selaku peracik miras oplosan dan Ahmad (36) yang merupakan warga setempat, diringkus oleh petugas dan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Sejumlah barang bukti bahan baku dan alat penyulingan miras juga ikut disita. Di antaranya, puluhan botol arak kembang, ratusan botol arak tutup merah, tiga ember penyulingan, kain penyaringan, dan ratusan botol kemasan arak kosong.


Kapolresta Sidoarjo AKBP Zain Dwi Nugroho mengungkapkan, penggerebekan home industri miras oplosan ini bermula dari laporan yang diterima polisi bahwa ada dua warga yang tewas diduga selepas pesta miras oplosan, seperti dikutip beritajatim.

Keduanya adalah Bima (19) warga Lamongan dan Parkan (25) warga Dusun Jebug Desa Cangkringsari Kecamatan Sukodono. “Keduanya sempat pesta miras dengan enam rekannya,” katanya, Sabtu (29/12).

Berbekal dari laporan itu, polisi langsung memburu jaringan bisnis haram tersebut.”Kita amankan tersangka Dedy saat sedang mengonsumsi sabu-sabu di rumahnya,” terang Zain.

Saat polisi meneruskan penggeledahan ke belakang rumah tersangka, ditemukan home industri miras oplosan. “Dedy mengaku memproduksi miras dengan Ahmad. Sehingga langsung kami amankan sekalian,” imbuh mantan Sekpri Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Dalam kasus ini, kedua tersangka akan dijerat Pasal 204 ayat (2) atau Pasal 140 Jo Pasal 146 ayat (2) yang mempunyai ancaman hukuman dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp. 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah).

(pojoksatu)