Polisi Tangkap Jaringan Pemalsu Kartu Kredit, Omset Pelaku 2,5 Milyar

jaringan pemalsu kartu kredit

POJOKSATU.id, JAKARTA- Jajaran Direktorat Tindak Pidana (Dit. Tipid) Siber Bareskrim Polri  mengamankan tiga tersangka pembobolan rekening bank, ketiga pelaku berinisial HT, BS, dan MFN.


Pelaku di tangkap di lokasi berbeda. HT ditangkap di Yogayakarta, pada 18 Oktober 2018, BS diciduk kediamannya di Medan, dan tersangka MFN, ditangkap di Sumatera Utara, pada 23 Oktober 2018.

Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni  mengungkapkan, modus operandi para pelaku adalah dengan mengganti cip dalam kartu kredit yang tidak valid, sehingga dapat digunakan kembali.

“Kegiatan pembobolan dengan modus tersebut dilakukan dengan cara memanipulasi atau memodifikasi kartu kredit (red: yang tidak valid) seolah-olah masih valid,” ungkap Dani di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (14/12).


Setelah berhasil memodifikasi, kata Dani, kartu kredit tersebut digunakan untuk melakukan transaksi di sekitar 50 merchent rekanan bank.

“Rata-rata transaksi yang dilakukan berkisar Rp 30 sampai Rp 40 juta. Dilakukan untuk membeli emas dan hanphone,” ungkapnya.

Menurut Dani, kejahatan itu dilakukan  sejak tahun 2017. Para pelaku berhasil meraup omset Rp 2,5 miliar dari hasil kejahatan tersebut.

“Uang hasil kejahatan itu kemudian digunakan para pelaku untuk membayar utang sebesar Rp 360 juta, dan sisanya untuk berfoya-foya,” tutur Dani.

Para tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan/atau pasal 49 jo pasal 33 dan/atau pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, polisi juga menyangkakan pasal 3, 4, dan 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hukuman maksimal bagi tersangka adalah 20 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 20 miliar.

(fir/pojoksatu)