Doorr… Perampok Antarkota Ditembak Mati

ILUSTRASI PENEMBAKAN
Ilustrasi.

Tembak, Kriminalitas, Ditembak Mati

POJOKSATU.id, SURABAYA – Satu lagi pelaku kejahatan yang terkapar. Tak hanya tersungkur karena dibedil polisi, dia tewas setelah mencoba memberikan perlawanan saat hendak diringkus. Dia adalah Arifin alias Rifin, 32, warga Sumber Kare, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo.

Dia tewas setelah peluru personel Satuan Jatanras Tim Cobra serta Unit I Bajak dan Sandra Polda Jatim mengenai telapak tangan kiri dan tembus ke dada.

Arifin tewas Selasa (24/3) sekitar pukul 02.00. Digerebek di tempat persembunyiannya di salah satu rumah di Sumber Kare, Probolinggo, dia mencoba melawan saat hendak ditangkap. Polisi tidak mau ambil risiko.


Tindakan tegas dengan memberikan tembakan ke arah tersangka pun dilakukan. Doorrr… Arifin tersungkur setelah peluru mengenai telapak tangan kiri dan tembus ke dada.

”Saat kami masuk dan hendak melakukan penangkapan, dia membawa celurit dan mencoba untuk menysabetkannya ke kami (polisi, Red),” ungkap Kanit Bajak dan Sandra Subnit Jatanras Polda Jatim Kompol Abaridi Jumhur.

Satu tembakan itu sudah cukup melumpuhkan Arifin. Polisi pun mengamankannya. Ternyata, tersangka mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RSUD dr Moh. Saleh, Probolinggo.

Jumhur menerangkan bahwa penangkapan Arifin didasarkan pada laporan polisi di Probolinggo pada 8 Desember 2014. Menurut laporan itu, Arifin dan empat anggota komplotannya teridentifikasi terlibat dalam berbagai tindakan kejahatan yang terjadi di kota tersebut.

 

Perampok Ditembak Mati

 

Menurut Jumhur, kelompok Arifin terkenal sadis saat beraksi. Mereka tidak segan-segan melukai, bahkan membunuh korban jika melawan saat dirampas harta bendanya.

”Biasanya, Arifin dan komplotannya mencari sasaran di rumah-rumah kosong, nasabah, serta pengendara mobil dan motor yang berkendara sendirian,” jelasnya.

Salah satu yang menjadi korban Arifin adalah Supriati, karyawan SPBU di Probolinggo. Saat itu, Supriati hendak menyetorkan uang ke bank. Dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Bromo, Kecamatan Lumba, Probolinggo, Arifin langsung membacok leher korban dan berhasil membawa uang Rp 20 juta. Supriati tewas empat hari kemudian setelah dirawat di rumah sakit.

Jumhur menjelaskan bahwa Arifin termasuk perampok antarkota. Selain di Probolinggo, aksinya terdekteksi dilakukan di beberapa kota lain, seperti
Pasuruan, Jember, Malang, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Banyuwangi.

”Mereka sering berpindah-pindah setelah melakukan aksi,” tutur mantan Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya tersebut. Selain tersangka, polisi mengamankan barang bukti yang berupa sebilah celurit dan motor yang digunakan untuk beraksi. Polisi masih memburu empat pelaku lainnya. (*/c1/jee)