Polisi Buru Otak Pelaku Penembakan Pemred Lampung

ILUSTRASI PENEMBAKAN
Ilustrasi.

POJOKSATU – Satreskrim Polresta Bandarlampung terus memburu penembak Pemimpin Redaksi (Pemred) Fokus Lampung, Beni Faisal. Sebelumnya, aparat menembak mati Rafli Irawan alias Salim (19), warga Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Lampung Timur, karena mencoba lari dan melawan petugas.

Rafli diduga terlibat dalam aksi penembakan Beni pada Minggu (25/1) di Jl. Pulau Raya 3, Perumnas Waykandis, Tanjungsenang, Bandarlampung. Dalam kejadian itu, penjahat menembak Beni hingga tewas.

“Ya, kita masih mendalami keterangan beberapa orang yang diduga mengenal eksekutor tersangka penembakan Beni,” kata Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya, kemarin (31/1).

Menurutnya, keterangan dari lima yang berhasil diamankan, yaitu Fauzi (24), Rahmat (18), dan M. Fajar (19) serta M. Syukur (30) dan Jamhuri (31) yang masih berstatus saksi, menjadi sumber utama penyelidikan.


“Masih kita periksa dan dalami kembali pengakuan mereka” bebernya.

Disinggung apakah polisi sudah mengantongi inisial eksekutor penembakan, Dery enggan berkomentar lebih jauh.

“Belum bisa dikatakan dahulu karena kasus ini masih dalam pengembangan petugas,” tegasnya.

Yang jelas, lanjut Dery, kasus ini masih terus dikembangkan dan didalami.

“Mohon dukungannya agar kasus ini makin terungkap. Nanti dikabari bila ada perkembangan selanjutnya,” katanya.

Terpisah, petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Kautsar mengatakan, jasad Rafli yang sebelumnya ditembak mati petugas sudah diambil oleh pihak keluarganya.

“Mayatnya diambil langsung oleh keluarganya tadi malam (31/1) sekitar pukul 01.00 WIB,” ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian menembak mati tersangka Rafli. Dia diduga terlibat dalam aksi penembakan Pemred Fokus Lampung Beni Faisal. Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto menerangkan, awalnya polisi meringkus lima orang yang seluruhnya dari Kecamatan Melinting. Tiga orang, yakni Fauzi (24), Rahmat (18), dan M. Fajar (19), memang sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO). Sementara dua lagi, M. Syukur (30) dan Jamhuri (31), masih saksi.

Salah seorang dari mereka membocorkan mengenai pelaku penembakan Beni. Aparat pun meluncur dan akhirnya menembak mati Rafli.

”Dari tangan tersangka, polisi mendapati sepucuk senjata api (senpi) rakitan berikut tiga peluru dan satu kunci letter T berikut satu ponsel,” terangnya.

Rafli ini biasanya bertugas sebagai joki sepeda motor. Disinggung kesamaan peluru yang disita dengan yang ada di tubuh almarhum Beni, Kapolresta belum dapat memastikan. Demikian juga siapa sesungguhnya eksekutor Beni.

Sedangkan menurut petugas forensik RSUDAM Kautsar, Ralfi tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya. Dua peluru menembus punggung kirinya. Dia juga mengalami luka memar di dahi kiri dan kanan, pipi kiri, bibir, serta lecet di pergelangan tangan kiri.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Supriyadi Alfian mengapresiasi kinerja Polresta Bandarlampung dalam mengungkap kasus pembunuhan  Beni.

“Kami sangat bersyukur atas perkembangan kasus ini,” ungkap Supriyadi.

Menurut dia, tertangkapnya Rafli merupakan langkah awal bagi polisi untuk mengungkap misteri di balik pembunuhan Beni. “Mudah-mudahan eksekutor penembak Beni segera menyusul ditangkap hidup-hidup, sehingga motifnya dapat terungkap. Apakah berkaitan pemberitaan atau murni kasus pencurian?” tegas Supriyadi.  (mhz/p3/c2/fik/jpnn/zul)