Polda Metro: Ada 38 Titik Kejahatan di Ibukota

tembak, penembakan, pistol
ilustrasi
ilustrasi jambret
ilustrasi jambret

Kepolisian terus melakukan pemetaan mengenai wilayah yang ditenggarai sebagai kawasan Marak kejahatan.

Kepala Biro (Karo) Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol Daniel Pasaribu mengutarakan, dari data yang tercatat untuk diwilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat 54 titik rawan kejahatan. Namun, untuk wilayah DKI Jakarta saja terdapat 38 titik.

“Khusus Polda Metro Jaya terdapat 13 titik, Polres Jakarta Pusat 10 titik, Polres Jakarta Utara 3 titik, Polres Jakarta Timur 3 titik, Polres Jakarta Barat 6 titik, dan Polres Jakarta Selatan 3 titik,” kata Daniel di Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, wilayah ibu kota yang dianggap rawan kejahatan yakni Perempatan Coca-cola, Jakarta Pusat; Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur; Stasiun Senen, Jakarta Pusat dan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan untuk di wilayah Jakarta Barat yakni, kawasan Taman Sari, Tambora, dan kolong jembatan Grogol.


“Dilokasi tersebut memang kerap terjadi kejahatan jalanan, pencurian kendaraan bermotor, serta pencurian rumah kosong ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya menegaskan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sendiri, menyiapkan 300 personel polisi tak berseragam untuk melakukan memantau lokasi-lokasi tersebut. [andhika tirta saputra/sim/jkt/adm/rmol]