Pemred Tabloid di Lampung Tewas Ditembak

tembak, penembakan, pistol
ilustrasi

809419_09425507062014_69Ilustrasi-penembakanPOJOKSATU – Tiga orang tak dikenal menembak mati wartawan tabloid Fokus Lampung Beni Faizal (42) bin Zainal Abidin pukul 20.15 WIB semalam. Peluru mengenai ketiak kiri bagian bawah hingga menembus punggung kanan. Akibatnya, bapak dua anak itu tewas di tempat.

Peristiwa di halaman rumah korban di Jalan Pulau Raya III No. 46, Perumahan Waykandis, Tanjungseneng, itu berlangsung cepat.

Tiga tersangka melarikan diri begitu korban roboh bersimbah darah. Mereka tambah panik mendengar jerit anak perempuan korban Echa (6).

Informasi yang dihimpun Radar Lampung (Grup Pojoksatu) semalam menyebutkan, korban melihat gerak-gerik tiga orang mencurigakan di depan rumahnya lewat CCTV (closed circuit television). Ia pun bergegas keluar sambil membawa tombak panjang dari dalam rumah.


Mengetahui ada orang yang memergokinya, salah seorang tersangka menghadang korban dan langsung melepas tembakan. Peluru diperkirakan menembus hingga diperkirakan melukai jantung jurnalis itu. Seketika, Beni roboh dan mengembuskan nafas terakhir.

”Kami kaget ketika mendengar suara mirip petasan. Lebih terkejut lagi saat mendengar jeritan anak korban,” tutur Ketua RT 05 Muhammad Kabul (44) yang mengantar jenazah korban ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM).

Ia menceritakan sempat mengajak korban untuk takziah 40 hari meninggalnya salah satu tetangga mereka. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumah Beni. ”Saat itu Pak Beni tak langsung mengiyakan. Ia meminta saya duluan, dia (Beni, Red) katanya menyusul,” paparnya.

Tetangga lainnya, Edi menambahkan, dari keterangan keluarga korban lah ia mengetahui bahwa Beni sempat mengawasi gerak-gerik tiga orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dari CCTV.

”Beni lalu keluar rumah sambil membawa senjata dan selanjutnya bisa ditebak akhirnya,” ujar Edi.

Tetangga korban awalnya membawa jasad Beni ke RS Imanuel, Wayhalim. ”Pada saat luka pada tubuh almarhum dijahit, peluru dengan panjang sekitar satu centimeter jatuh ke lantai,” tambah Kabul.

Karena harus visum et repertum, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUDAM. Di sana ada Kapolsek Kedaton Kompol Sukandar dan Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya. Usai visum, jenazah dibawa pulang. Rencananya, pemakaman dilakukan hari ini.

Kepada Radar Lampung, Sukandar menjelaskan masih menyelidiki motif pembunuhan ini. Disinggung kemungkinan tiga tersangka hendak merampok rumah korban, Sukandar menolak berkomentar.

Begitu pun ketika ditanyakan dugaan tindakan brutal pelaku itu berhubungan dengan profesi korban. ”Kami belum tahu apa motifnya. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” singkatnya. (jpnn/gie/ade/ps)