Dua Petugas Bandara Jadi Tersangka Perkosaan WN Tiongkok

POJOKSATU- Dua orang petugas Angkasa Pura, berinisial R dan B, menjadi tersangka. Polres Bandara Soekarno-Hatta menetapkan menetapkan itu karena keduanya diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap wanita warga negara Tiongkok berinisial SY.

“Sudah diperiksa dan kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/112/2014).

Namun, kata Rikwanto, kedua tersangka itu saat ini belum ditahan. Polisi mempercayakan pengamanan kedua tersangka kepada perusahaannya.

Rikwanto mengatakan, R dan B belum ditahan karena polisi belum melakukan visum terhadap SY. Sementara SY belum membuat laporan karena sudah terlanjur kembali ke Tiongkok.


Seorang warga negara Tiongkok (Cina) berinisial SY alias ZZ, 22, mengaku diperkosa dua orang yang diduga petugas keamana Bandara Soekarno – Hatta (Soetta) setelah tiba dari Hongkong.

Perempuan ini diperkosa di salah satu hotel di sekitar bandara, setelah sebelumnya diajak keliling Jakarta.

Informasi yang dihimpun, perempuan ini tiba di Terminal 2 D Bandara Soetta pada Sabtu (20/12) sekitar pukul 22.00. Perempuan ini melakukan perjalanan menggunakan maskapai Cina Airlines dari Hongkong menuju Jakarta.

Setibanya di Terminal 2 Kedatangan Luar Negeri, perempuan ini ditawari dua orang berpakaian seragam abu-abu tua mirip petugas Avsec Bandara . Perempuan ini lalu dibawa berkeliling menggunakan mobil oleh dua orang tersebut.

Setelah dua hari diajak berkeliling ke beberapa tempat, perempuan yang tidak bisa berhasa Indonesia ini ditawari minuman dingin. Setelah itu, perempuan ini merasa tak sadarkan diri dan dibawa ke salah satu hotel dekat kawasan Bandara Soetta, Selasa (23/12) dini hari.

Di hotel tersebut, berdasarkan catatan daftar check ini, diketahui ditemani oleh dua orang dan terdaftar masuk sekitar pukul 02.00 dini hari pada Selasa (23/12). Masih berdasar data check in, diketahui pemesan kamar berinisial RV.

Namun, sekitar pukul 02.30, dua lelaki yang menghantar perempuan ini ke hotel pergi dan meninggalkan perempuan tersebut di kamar 617 lantai 6.

Sekitar pukul 08.00, perempuan malang ini keluar dari hotel dengan meninggalkan barang-barangnya berupa tas dan koper serta paspor. Perempuan ini memilih berjalan kaki ke Terminal 1 Bandara Soetta.

Perempuan yang menggunakan pakaian warna pink dipadu hotpant ini mencoba mencari pertolongan dengan cara menuliskan diselembar kertas dengan bahasa Mandarin yang berarti meminta tolong.

Barulah sekitar pukul 11.00, petugas kepolisian mendatangi korban dengan membawa penerjemah. Dalam penjelasan penerjemah, perempuan ini sembari menangis, mengaku diperkosa dua kali oleh dua pria yang menggunakan baju mirip petugas Asvec. Sebelum diperkosa, diberikan air minum yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Setelah mendapat pengakuan ini, petugas membawa perempuan ini ke Polres Bandara dan juga menghubungi Kedutaan Besar Cina. Setelah mengambil barang –barang yang tertinggal di hotel, SY dibawa oleh pihak kedutaan Cina, menggunakan Toyota Avanza CD 25 120.

Kapospol Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, AKP Agus Tri saat dihubungi INDOPOS (Grup JPNN) membenarkan ada seorang perempuan warga negara cina yang mengaku diperkosa. Hanya saja, pihaknya sejauh ini belum dapat mengkonfirmasi kebenaran tersebut. Termasuk juga siapa pelaku pemerkosa perempuan yang baru tiba dari Cina tersebut.

“Saya sudah serahkan ke pihak Ambessy (kedutaan besar, red). Belum dapat dibenarkan bahwa perempuan itu korban pemerkosaan,” ujarnya.

Manajer Humas dan Protokoler Angkasa Pura II Yudis Tiawan saat dihubungi INDOPOS pun belum berani memastikan bahwa pelaku merupakan petugas Asvec. Menurut Yudis ada praduga tak bersalah yang harus dihormati dalam kasus ini. Apalagi, pengakuan baru sepihak dan belum ada penjelasan resmi dari kepolisian.

“Ini kan menyangkut nama baik. Kami juga elum dapat informasi resmi dari kepolisian. Pelakunya pun belum dipastikan merupakan petugas. Jadi masih ada praduga tak bersalah yang harus dihormati,” katanya. (jpnn)