POJOKSATU.ID- Presiden Jokowi menanggapi putusan MKMK yang memberhentikan Ketua MK Anwar Usman.
Menurut Jokowi, putusan MKMK itu tidak bisa diintervensi karena putusan tersebut merupakan ranahnya Yudikatif.
"Itu wilayah yudikatif," kata Jokowi dikutip di akun youtube Sekretiat Presiden, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Writeria, Tools AI Writer Bahasa Indonesia Terbaik
Orang nomor satu di Indonesia ini, juga tidak mau berkomentar panjang terkait putusan MKMK, termasuk pemberuntian iparnua dari ketua MK.
"Saya tidak mau berkomentar banyak ya. Sekali lagi karena itu kewenangan wilayah yudikatif," tuturnya.
Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) membacakan putusan dugaan pelanggaran etik hakim MK terkait putusan batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden.
Baca Juga: Begini Rentetan Pembelian Barang yang Digunakan Mahasiswi Kedokteran Unair untuk Melakukan Bunuh Diri
Hasil putusan, Ketua MK Anwar Usman, terbukti melakukan pelanggaran berat atas putusannya soal batas usia cawapres.
"Hakim terlapor (Anwar Usman) terbukti melakukan pelanggaran berat," kata Ketua MKMK Jimly, Selasa (7/11/2023).
Adapun sanksi terhadap Ketua MK Anwar Usman adalah memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Ketua MK.
"Sanksi pemberhentian dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi kepada hakim terlapor," tegasnya.
Baca Juga: Kemendikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa Bagi S3, Simak Syarat dan Pendaftarannya
Pasca diberhentikan, Ketua MK Anwar Usman akhirnya menanggapi putusan Ketua Majelis Kehormatan MK Jimly Asshiddiqie yang telah memutuskan dirinya telah melakukan pelanggaran berat.
Putusan MKMK itu dinilai Anwar Usman sebagai fitnah dan skenario besar untuk menjatuhkan dirinya sebagai Ketua MK
"Saat ini martabat saya sebagai hakim selama hampir 40 tahun dinobatkan oleh sebuah fitnah yang amat keji dan kejam," kata Anwar di MK, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Sebelas Kota Sekaligus, MyRepublic Resmi Hadirkan Layanan Wifi Terbaik
Menurut Anwar Usman, kendati fitnah itu dialamatkan terhadap dirinya, ia tidak pernah berkecil hati.
Ia juga mengaku dirinya tidak akan pernah mundur dan takut dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.
"Saya tidak pernah berkecil hati dan pantang mundur dalam menegakka hukum dan keadilan dinegara tercinta," tegasnya.
Ipar Presiden Jokowi ini juga mengaku dirinya telah dizolimi oleh sebuah skenario jahat yang hanya untuk menjatuhkan karir dan martabatnya sebagai Ketua MK.
Baca Juga: PT Monokem Surya Karawang Didemo Ratusan Warga, Ini Tuntutannya!
Namun Anwar Usman tidak menyebut secara gamblang siap sosok yang membangun skenario jahat tersebut. Ia hanya yakin bahwa sebaik-baik skenario adalah skenario Allah.
"Saya tetap yakin bahwa sebaik-baik skenario manusia siapapun untuk membunuh karakter saya, karir saya, harakat dan derajat," ujarnya. ***
