POJOKSATU.id - Sebuah peristiwa yang menghebohkan terjadi di SD Negeri 1 Purwanegara, Purwokerto, Jawa Tengah.

Sebuah latihan di lapangan Mako Brimob berdekatan dengan sekolah telah menyebabkan puluhan siswa mengalami konsekuensi yang tidak diinginkan.

Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB, personel polresta dan brimob mulai latihan mereka.

 Salah satu materi latihan yang menarik perhatian adalah penggunaan laras licin dan pelontar laras licin, yaitu gas air mata.

Baca Juga: Terkena Gas Air Mata, Remaja Difabel Kejang-kejang Hingga Mulut Keluar Darah Saat Ricuh di Dago Elos Bandung

Kombes Edy Suranta Sitepu, Kapolresta Banyumas, menjelaskan secara rinci tentang kejadian ini kepada wartawan.

Namun, kejadian dramatis terjadi saat latihan pengendalian massa sedang berlangsung.

Seorang instruktur menerima panggilan darurat dari sekolah. Siswa-siswa di sekolah tersebut mengeluhkan iritasi mata mereka yang tiba-tiba muncul.

Segera, instruktur dan perwira Polresta Banyumas merespons situasi darurat ini.

Mereka bergegas ke sekolah dan mengambil langkah-langkah mendesak.

Mereka membawa beberapa siswa yang terdampak ke puskesmas.

Baca Juga: Pengakuan Kapolrestabes Bandung Soal Tembakan Gas Air Mata ke Rumah Warga, Bertolak Belakang dengan Fakta

Menurut Kombes Edy, ada jeda waktu yang cukup panjang antara saat gas air mata dilepaskan hingga saat para siswa mulai merasa ketidaknyamanan pada mata mereka.

Tepatnya, ada jeda sekitar 30 menit sebelum panggilan darurat tersebut datang.

Wali Kelas 4A, Pascalis Adi, memberikan pandangannya tentang kejadian ini.

Dia mengatakan bahwa para siswa mulai merasakan mata perih setelah kembali ke kelas mereka, usai istirahat.

Sekitar pukul 09.30 WIB, anak-anak di kelas 4 dan sebagian kelas 3 merasakan ketidaknyamanan yang sama, terutama pada mata dan hidung mereka.

Baca Juga: Dago Bandung Mencekam, Polisi Tembak Warga dengan Gas Air Mata Hingga Bocah Muntah

Untuk meredakan situasi, para siswa dipindahkan ke kelas 1.

Akhirnya, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para siswa lebih awal.

Kejadian ini memengaruhi sekitar 40 siswa, sebagian di antaranya mengeluhkan iritasi mata dan sesak di dada mereka.

Lima dari mereka bahkan harus dibawa ke puskesmas, meskipun saat ini mereka telah dipulangkan.

Keseluruhan peristiwa ini diduga disebabkan oleh gas air mata yang terbawa angin dari latihan di lapangan Mako Brimob yang berdekatan dengan sekolah.***