Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-anak Baru Sinovac, Menkes Budi Beri Penjelasan

Perbedaan-Vaksinasi-dan-Imunisasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak hanya baru Sinovac.


Hanya Sinovac yang sudah mendapatkan izin darurat pengggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Di Indonesia yang sudah mendapatkan EUA dari BPOM untuk vaksin anak-anak itu baru satu yaitu Sinovac. Jadi kita gunakan vaksin Sinovac untuk anak-anak,” ungkapnya.

Vaksinasi Covid-19, jelasnya, baru bisa diberikan kepada anak-anak terhadap daerah yang vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 70 persen.


Termasuk juga vaksinasi bagi lansia sudah mencapai 60 persen.

“Kita bisa lihat bahwa vaksin anak-anak ini akan kita berikan untuk kabupaten dan kota yang dosis pertamanya sudah 70 persen dan lansianya sudah 60 persen. Untuk memastikan agar kabupaten dan kota memprioritaskan yang lansia dulu,” jelasnya.

Tambahnya, kebutuhan vaksin Covid-19 pada 2022 bagi anak-anak adalah sebanyak 68,6 juta dosis.

“Ada kebutuhan vaksin untuk tahun depan untuk anak-anak itu 68,6 juta dosis,” ujar Budi saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12).

Mantan Waki Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan, jumlah anak yang berumur 11 tahun masuk ke umur 12 tahun akan ada 4,4 juta orang.

Sehingga, kebutuhan dosisnya yaitu 9,9 juta dosis.

Sementara untuk anak 6-11 tahun populasinya mencapai 26,4 juta orang dengan kebutuhan dosis 58,7 juta dosis.

“Untuk tahun depan ada anak-anak umur 11 yang masuk ke umur 12, ada 4,4 juta. Sedangkan anak yang usianya 6-11 tahun yang sudah disetujui BPOM untuk EUA vaksinnya itu Sinovac itu ada sekitar 26 juta,” katanya.

Diketahui, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun telah dimulai pada Selasa 14 Desember 2021. (jpc/pojokjabar)