Hasil Uji Tuberkulin, Dosen Poltekkes Makassar Ungkap Penularan TB Tinggi Terhadap Keluarga Serumah

Dosen Poltekkes Makassar bekerja sama BBKPM Makassar melakukan uji tuberkulin untuk meneliti risiko bagi keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB. ft/istimewa
Dosen Poltekkes Makassar bekerja sama BBKPM Makassar melakukan uji tuberkulin untuk meneliti risiko bagi keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB. ft/istimewa

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Antisipasi dini penularan penyakit Tuberkulosis (TB) menjadi perhatian Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Sulawesi Selatan. Melalui dua dosen Poltekkes Makassar, Rafika dan Nurlia Naim, melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan skrining penularan tuberkulosis pada anggota keluarga tinggal serumah.


Pemeriksaan ini merupakan upaya untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis dan hal yang penting dalam pengendalian tuberkulosis.

Menurut Rafika, berdasarkan data dari Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar, angka kejadian TB Positif cederung meningkat setiap tahun. “Sehingga risiko penularan akan bertambah terutama terhadap anggota keluarga karena penularan TB melalui droplet infection,” jelas Rafika.


Lebih jauh dijelaskan Rafika, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis. “Kami juga berharap ada peningkatan kemampuan deteksi dini penularan penyakit tuberkulosis pada anggota keluarga kontak serumah,” tuturnya.

Dosen Poltekkes Makassar bekerja sama BBKPM Makassar melakukan uji tuberkulin untuk meneliti risiko bagi keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB. ft/istimewa

Kegiatan ini dilakukan mulai Juli sampai Oktober 2019. Metode pada pengabdian ini dengan melakukan koordinasi bersama tenaga kesehatan di BBKPM Makassar mengenai pasien tuberkulosis aktif yang telah diketahui sebagai penderita TB aktif dari hasil pemeriksaan BTA dan kultur.

Diagnosis pemeriksaan dilakukan perawat dan Analis Tenaga Laboratorium Medis di BBKPMM. Anggota keluarga pasien penderita TB aktif, jadi peserta dalam kegiatan yang digelar di ruang tunggu perawatan inap di BBKPMM.

Adapun hasil pemeriksaan uji tuberkulian ini, diketahui dari 45 anggota keluarga kontak serumah penderita TB paru aktif diperoleh 49 persen diantaranya positif tertular.

“Luaran kegiatan ini menjadi masukan bagi pihak BBPKMM akan melakukan tindak lanjut bagi anggota keluarga penderita yang positif, selain itu memberikan informasi kesehatan kepada peserta,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)