Anak Sehat Jika Sering Main di Luar Rumah

Ilustrasi.
Ilustrasi. FOTO: dok/ jawapos
Ilustrasi. FOTO: dok/ jawapos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anak akan tumbuh sehat jika senang bermain di luar. Sebab, anak yang sering bermain di rumah ternyata cenderung kena miopia atau rabun jauh. Para ahli memperingatkan, kasus rabun jauh pada anak terus meningkat.

Para peneliti menunjukkan kasus tersebut tinggi pada negara-negara dengan sistem pendidikan intensif, yang memaksa anak untuk menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam ruangan. Sedangkan perkembangan miopia sangat dipengaruhi faktor lingkungan.

“Masih banyak masyarakat yang berpikir miopia hanya karena genetik. Padahal sudah jelas dari perubahan yang ada bahwa, masalah ini bukan karena keturunan, tetapi karena faktor lingkungan,” tutur Profesor Kathryn Rose, ketua ortoptik di University of Technology Sydney.

Studi baru yang membandingkan anak keturunan Tiongkok di Sydney dan Singapura, menemukan bahwa pemuda asal Australia lebih kurang memiliki masalah mata dengan perbandingan tiga dan 29 persen.


Di Australia, anak-anak keturunan Tiongkok menghabiskan sekira 13 jam seminggu di luar ruangan. Sementara itu, anak-anak berdarah Tiongkok di Singapura mereka hanya menghabiskan rata-rata waktu tiga jam di luar ruangan.

Kondisi miopia atau mata yang tidak mampu melihat objek jarak jauh dengan jelas disebabkan bola mata yang terus melonjong.
Akibatnya, cahaya yang masuk tidak dapat mencapai jaringan sensitif, retina, yang berada di belakang mata. Dengan ini, cahaya jatuh di depan retina dan tidak dapat difokuskan, sehingga objek yang terlihat di depan akan nampak buram.

Teori yang menerangkan hubungan cahaya dengan rabun jauh adalah, cahaya yang masuk ke mata dengan kekuatan tertentu dapat merangsang pelepasan dopamin di retina. Neurotransmitter tersebut kemudian pada gilirannya dapat mencegah pemanjangan mata. (ida/ns/ps)