AirAsia Dievakuasi, Psikolog Siaga 24 Jam

Seorang kerabat korban AirAsia pingsan setelah mendapat informasi pesawat ditemukan dalam keadaan tidak utuh, Selasa (30/12/2014).
Seorang kerabat korban AirAsia pingsan setelah mendapat informasi pesawat ditemukan dalam keadaan tidak utuh, Selasa (30/12/2014).
Seorang kerabat korban AirAsia pingsan setelah mendapat informasi pesawat ditemukan dalam keadaan tidak utuh, Selasa (30/12/2014).

POJOKSATU- Kabar penemuan serpihan pesawat dan jenazah penumpang Air Asia membuat keluarga yang bersiaga di crisis center Bandara Juanda histeris. Mereka menangis dan saling berpelukan. Setelah itu, banyak yang jatuh pingsan.

Mereka segera dilarikan ke posko kesehatan yang disiagakan Pemkot Surabaya. Mereka memperoleh pengobatan.

Selain pengobatan fisik, ada juga ruang khusus psikolog. Sebab, pasca penyampaian terkait penemuan dugaan jenazah, anggota keluarga penumpang banyak yang menangis histeris. Mereka segera dibawa menuju posko psikolog.

Kepala Dinas Psikologi TNI AL Letkol Laut (KH) Anon Susilo Hadi MSc mengatakan, banyak keluarga penumpang yang menampilkan sikap sedih dan bingung. Selain itu, mereka dalam kondisi shock.


Jika tidak segera diatasi, mereka bisa depresi. “Ada yang menangis keras sekali. Ini harus diobservasi. Kalau ada anggota keluarga dengan gejala ini, mereka ditawari untuk ke ruang psikolog. Obat tidak hanya pakai suntikan atau infus,” ujarnya.

Menurut Anon, pihaknya sudah mengantisipasi jika penumpang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim psikolog langsung bergerak menenangkan anggota keluarga. Nantinya, penanganan psikolog tidak akan berhenti pasca kejadian. Ada tindakan pemulihan. Saat ini, tim psikolog masih merumuskan teknis pemulihan tersebut.

Direktur RSUD dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH mengaku siap membantu melakukan tindakan identifikasi jenazah segera setelah mendapat kepastian kapan jenazah dipulangkan ke Surabaya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Tommy Soetomo menambahkan, pihaknya telah menyiapkan akomodasi lengkap kepada keluarga penumpang. Selain penginapan dan makanan, AP juga menyediakan rohaniawan.

Sebelum menerima kabar penemuan tersebut, para keluarga terus memantau melalui live streaming siaran televisi. Mereka bisa melihat langsung perkembangan pencarian yang dilakukan Basarnas dengan jangka update setiap tiga jam.

Awalnya, crisis center juga sempat akan dipindahkan ke hotel di tengah kota. Namun, mereka menolak. Sebab, keluarga tidak bisa memantau secara langsung pencarian pesawat. Rencananya, hari ini (31/12), Air Asia akan menyediakan fasilitas penerbangan menuju lokasi kepada keluarga.

Namun, rencana itu batal. Sebab, semua penanganan akan difokuskan di Surabaya. “Awalnya kami akan siapkan satu pesawat tipe air bus 320 kapasitas 180 orang. Untuk keluarga dan awak media menuju search area,” ujarnya. (ps/jpnn)