POJOKSATU.id - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor mengajak Bawaslu untuk berkolaborasi serta berkomitmen guna menciptakan pemilu yang bersahaja dan bebas dari berbagai macam bentuk kecurangan.

Bawaslu mencatat indeks kerawanan pemilu ( IKP ), Kota Bogor termasuk dalam wilayah potensi kerawanan pemilu dengan persentase, 21,55%, untuk itu PMII Kota Bogor siap bekerja sama guna memperkecil persentase tersebut.

PMII Kota Bogor menilai, kerja sama dengan Bawaslu menjadi bagian penting untuk mensukseskan pemilu 2024 mendatang.

Sebab, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki idealisme yang kuat serta memiliki pemikiran, persepsi politik dan kepekaan sosial yang tinggi.

Baca Juga: Polres Karawang Ajak Para Budayawan Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

Tak hanya itu, PMII bersama dengan Bawaslu, juga siap terjun ke seluruh lapisan masyrakat guna melakukan sosialisasi damai pemilu 2024.

Pemilihan Umum atau yang disingkat Pemilu, dimaknai sebagai alat demokrasi di zaman modern. dengan pemilu, rakyat diberikan ruang partisipasi untuk menentukan pemimpin dan wakil-wakil mereka dimasa depan.

Oleh karena itu PMII Kota Bogor tidak menginginkan pemilu 2024 mendatang hanya seperti lomba balap karung, meriah untuk ditonton, tapi tak ada prestasi apapun yang dapat menjamin kesejahteraan masyrakat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Cabang PMII Kota Bogor Try Rahman Yusuf dalam momen audiensi bersama Bawaslu pada Rabu (01/11/1013) kemarin.

Sesungguhnya pemilu hanya menjadi sandiwara tanpa arti, dimana pemenang sudah ditentukan sebelum proses pemilu berlangsung.

Coba saja tengok aturan main pemilu! Dibuat sedemikian rupa agar memudahkan individu atau kelompok tertentu, dan disisi lain justru mengebiri hak mayoritas rakyat Indonesia.

Baca Juga: Daftar Artis dan Public Figure yang Nyaleg di Pemilu 2024 dari Berbagai Partai Politik

Alhasil, kita akan menyaksikan sebuah perlombaan balap karung semata, meriah untuk ditonton, tapi tak ada prestasi apapun yang dapat dijaminkan, dan program untuk diperdebatkan Tegas Try.

Dalam pemilu 2024 mendatang mahasiswa harus menjadi mata dan telinga masyarakat, mahasiswa berperan sebagai referensi masyarakat, agar tidak salah dalam mengonsumsi informasi.

Adapun peran partisipasi aktif mahasiswa yaitu:

1. Menjadi Penyelenggara,

2. Pemantau

3. Pelapor dugaan pelanggaran pemilihan.

Maka dari itu Try, menegaskan Dalam meningkatkan kualitas demokrasi dikota bogor, PMII mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi khususnya penyelenggara dan pengawas untuk terjun langsung kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan mengeliminasi konflik2 yang akan terjadi pada pemilu 2024 mendatang.***