POJOKSATU.id - Kamis (23/11/2023), Kementerian Kesehatan RI melaporkan kematian pertama pasien cacar monyetatau Mpox setelah kesehatan pasien menurun selama menjalani isolasi di rumah sakit.

Pasien ini telah mengalami perawatan intensif selama dua minggu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebelum akhirnya kesehatan menurun dan meninggal dunia.

Namun, penyebab kematian tidak langsung dikaitkan dengan infeksi cacar monyet atau mpox tersebut.

Ketahui kronologi kematian pertama pasien cacar monyet atau mpox yang terus merebak di Indonesia.

Baca Juga: Laporan 5 Warga Depok Terkena Cacar Monyet, Wali Kota Depok: 4 Negatif 1 Masih Nunggu Hasil

1.Kondisi Komorbid yang Sangat Serius
Lie Khie Chen, seorang spesialis penyakit di RSCM, menyatakan bahwa pasien yang terinfeksi cacar monyet atau mpox telah dirawat di rumah sakit dalam kondisi komorbid yang sangat serius.

Sebelumnya, pasien telah mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit termasuk RSPI Sulianti Saroso selama 3-4 minggu.

Kondisi pasien semakin kompleks karena mengalami sumbatan usus, yang memerlukan operasi di RSCM.

2. Terinfeksi HIV
Pasien juga ditemukan positif terinfeksi virus human immunodeficiency virus (HIV) dengan tingkat CD4 yang sangat rendah yaitu sekitar 6 sel per milimeter kubik.

CD4 merupakan jenis sel darah putih yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.

Gabungan kondisi komorbid berat, lesi cacar monyet yang parah, dan infeksi HIV menyebabkan komplikasi serius pada paru-paru.

Baca Juga: Waspada Penyakit Cacar Monyet! Pemerintah Kota Depok Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

3. Proses Operasi dan Perawatan
Pasien menjalani operasi di RSCM terkait masalah pencernaan dan usus.

Meskipun kondisinya stabil setelah operasi, komplikasi paru-paru muncul setelah dua minggu perawatan yang sayangnya tidak dapat diatasi.

4. Peningkatan Fatalitas Kasus Cacar Monyet
Meskipun kasus ini bersifat fatal, hal ini tidak secara otomatis mengindikasikan peningkatan fatalitas kasus cacar monyet secara keseluruhan.

Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda-beda, dan pencegahan tetap menjadi fokus utama.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga 22 November 2023, terdapat 57 kasus cacar monyet di Indonesia.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Semakin Menyebar, Waspadai 5 Cara Penularannya

5. Keseriusan dan Tekad Kementerian Kesehatan dalam Menjalankan Tanggung Jawabnya
Achmad Farchanny Tri Adryanto, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah penanggulangan.

Termasuk surveilans, terapi simptomatik, dan persiapan logistik antivirus. Proses vaksinasi juga telah dimulai dengan harapan dapat mengurangi penyebaran lebih lanjut.

6. Saran dan Tindakan Untuk Mencegah Atau Mengurangi Risiko
Kementerian Kesehatan terus menyuarakan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cacar monyet.

Langkah-langkah pencegahan, seperti praktik seks yang aman dan kebiasaan hidup bersih.

Baca Juga: Kasus Terus Bertambah, Ini 5 Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet

Masyarakat juga diingatkan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis jika mengalami gejala yang mengarah pada cacar monyet.

Meskipun ada satu kasus kematian yang dilaporkan, angka fatalitas Mpox tidak secara otomatis meningkat. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kondisi setiap pasien, tergantung pada penyakit penyerta yang mereka alami.

Itulah kronologi kematian pertama pasien cacar monyet atau mpox yang terus merebak di Indonesia. Tetap jaga kesehatan dengan tetap waspada terhadap cacar monyet atau mpox ini.***