POJOKSATU.ID - Kabar segar berhembus bagi para lanjut usia dan penyandang disabilitas yang selama ini menjadi sasaran penerima bantuan sosial pemerintah.
Kementerian Sosial kini tengah merancang wacana besar untuk mengintegrasikan program bantuan permakanan lansia dan disabilitas dengan program nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Rencana penggabungan dua program penting ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sosial dalam diskusinya bersama Kepala Bappenas.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan keterjaminan gizi bagi kelompok rentan dapat berjalan secara lebih berkesinambungan dan konsisten.
Selain itu, aspek akuntabilitas dan efisiensi penyaluran bantuan dana negara juga menjadi alasan utama di balik wacana integrasi tersebut.
Jika kedua program ini sukses dilebur, pola distribusi makanan gizi bagi lansia dan disabilitas dipastikan akan menjadi jauh lebih terstruktur.
Namun, untuk merealisasikan ide besar ini, terdapat banyak tahapan regulasi dan mekanisme teknis yang harus dirampungkan terlebih dahulu.
Pemerintah perlu menyesuaikan payung hukum yang ada agar penyatuan anggaran dan operasional di lapangan tidak menabrak aturan.
Baca Juga: Pencairan TPG 2026 Bertahap, Wilayah Prabumulih Hingga Sulteng Sudah Terima Transferan
Koordinasi intensif juga akan segera dilakukan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menjadi perpanjangan tangan di daerah.
Pihak Bappenas menyambut baik ide tersebut dan siap mengawal proses sinkronisasi perencanaan program.
Sinergi antar-lembaga ini diharapkan dapat memangkas tumpang tindih data penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.
Pada akhirnya, integrasi ini bertujuan agar lansia dan warga disabilitas tidak lagi terabaikan dan mendapatkan hak nutrisi yang layak setiap harinya.
Selain itu, kita hanya bisa menunggu apakah rencana baik ini direalisasikan dalam program MBG.***

