POJOKSATU.ID - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya keberkahan, ampunan, serta penetapan takdir manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr.
Karena keistimewaannya, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, khususnya di sepuluh malam ganjil.
Namun, masih banyak yang belum memahami bahwa ada sejumlah larangan dan pantangan yang sebaiknya dihindari agar tidak kehilangan keutamaan Lailatul Qadar.
Baca Juga: Tenangkan Fans, ENHYPEN Sampaikan Pesan Haru untuk ENGENE Usai Heeseung Hengkang dari Grup
Kesalahan kecil yang dianggap sepele justru dapat membuat seseorang melewatkan keberkahan malam istimewa tersebut.
1. Menghabiskan Malam dengan Aktivitas Tidak Bermanfaat
Salah satu pantangan utama saat malam Lailatul Qadar adalah menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bernilai ibadah.
Misalnya terlalu lama bermain media sosial, menonton hiburan berlebihan, atau aktivitas yang membuat lalai dari dzikir dan doa.
Para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan langka yang belum tentu ditemui kembali di tahun berikutnya.
Baca Juga: Bukan Dana Bantuan Pemerintah, Desa di Klaten Ini Sukses Bagi THR Fantastis dari Pengelolaan Wisata
Karena itu, waktu malam sebaiknya diisi dengan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.
2. Begadang Tanpa Niat Ibadah
Begadang memang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, tetapi tujuannya adalah untuk beribadah.
Jika seseorang justru begadang untuk aktivitas duniawi tanpa nilai spiritual, maka ia kehilangan esensi dari Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bahkan mencontohkan meningkatkan ibadah secara maksimal di akhir Ramadan, membangunkan keluarga, serta menghidupkan malam dengan salat dan doa.
3. Bermalas-malasan dan Menunda Ibadah
Pantangan berikutnya adalah menunda ibadah dengan alasan masih ada malam berikutnya.
Banyak orang menunggu tanda tertentu atau malam tertentu saja, padahal Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya.
Ulama sepakat bahwa hikmah dirahasiakannya malam tersebut agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya satu malam saja.
Baca Juga: Optimis SDM ASN Mumpuni, BKSDN Kemendagri Perkuat Sistem Merit
4. Bertengkar atau Memelihara Permusuhan
Perilaku buruk seperti marah, bertengkar, atau menyimpan dendam juga menjadi hal yang harus dihindari.
Hati yang dipenuhi amarah dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.
Islam sangat menekankan pentingnya memaafkan sesama, terlebih pada malam penuh ampunan seperti Lailatul Qadar.
Memperbaiki hubungan sosial menjadi bagian dari ibadah yang bernilai besar.
Baca Juga: Heboh Dugaan Anggaran Rp55 Miliar di APBD Cirebon 2026, Formasi Desak Ketua DPRD Buka ke Publik
5. Riya atau Pamer Ibadah
Di era media sosial, sebagian orang tanpa sadar membagikan aktivitas ibadah dengan tujuan mendapatkan pujian.
Sikap riya atau pamer ibadah termasuk hal yang perlu dihindari.
Keutamaan Lailatul Qadar terletak pada keikhlasan.
Amal yang dilakukan semata-mata karena Allah diyakini memiliki nilai jauh lebih besar dibanding ibadah yang dilakukan demi pengakuan manusia.
6. Mengabaikan Doa yang Dianjurkan Rasulullah
Banyak umat Muslim fokus pada salat panjang namun lupa memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Salah satu doa utama yang dianjurkan adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).
Tidak memanfaatkan waktu untuk berdoa menjadi salah satu kerugian besar karena malam ini dipercaya sebagai waktu mustajab.
7. Tidur Sepanjang Malam Tanpa Usaha Mencari Lailatul Qadar
Tidur bukanlah larangan, tetapi tidur sepanjang malam tanpa usaha beribadah termasuk sikap yang disayangkan.
Minimal, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah serta menambah ibadah sesuai kemampuan.
Baca Juga: Dalil Gus Yaqut Tak Beralasan Menurut Hukum, PN Jaksel Tolak Praperadilan Kasus Korupsi Kuota Haji
Islam tidak menuntut ibadah yang memberatkan, namun menekankan kesungguhan dan niat mencari ridha Allah.
Mengapa Lailatul Qadar Sangat Istimewa?
Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan atau setara lebih dari 83 tahun ibadah.
Malaikat turun membawa keberkahan hingga terbit fajar.
Para ulama menjelaskan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala, maka dosa-dosa masa lalunya dapat diampuni.
Baca Juga: 1.012 Kursi Mudik Gratis Jabar Masih Tersedia, Pesan Lewat Aplikasi Sapawarga
Karena itu, menghindari pantangan menjadi bagian penting agar ibadah tidak sia-sia.
Cara Mengoptimalkan Malam Lailatul Qadar
Agar tidak terjebak dalam hal-hal yang menjadi pantangan, berikut amalan yang dianjurkan:
-
Salat malam (qiyamul lail)
-
Membaca dan tadabbur Al-Qur’an
-
Memperbanyak istighfar
-
Bersedekah
-
Berdoa dengan sungguh-sungguh
-
I’tikaf di masjid bagi yang mampu
Dengan persiapan yang baik, umat Islam dapat memaksimalkan peluang mendapatkan malam penuh kemuliaan ini.
Malam Lailatul Qadar bukan hanya tentang ibadah panjang, tetapi juga tentang kualitas hati, keikhlasan, dan kesungguhan memperbaiki diri.
Menghindari larangan serta pantangan menjadi langkah penting agar keberkahan malam tersebut benar-benar dirasakan.***

