POJOKSATU.ID - Bata dan batako merupakan dua material bangunan yang paling sering digunakan dalam konstruksi rumah dan gedung di Indonesia.

Meski sama-sama berfungsi sebagai penyusun dinding, banyak orang masih bingung mengenai perbedaan keduanya.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan bata dan batako, serta mana yang lebih bagus untuk bangunan?

Perbedaan Bahan dan Proses Pembuatan

Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak, dikeringkan, lalu dibakar dengan suhu tinggi.

Baca Juga: Sekjen Kemenag Ungkap Aturan Pengangkatan Guru Madrasah Swasta, Pemerintah Fokus Kesejahterakan Guru

Proses pembakaran ini membuat bata memiliki warna merah khas dan struktur yang cukup padat.

Bata merah sudah digunakan sejak lama dan dikenal sebagai material bangunan tradisional yang kuat.

Sementara itu, batako umumnya dibuat dari campuran semen, pasir, dan air yang dicetak menggunakan mesin.

Batako tidak melalui proses pembakaran, melainkan dikeringkan secara alami atau dengan bantuan alat.

Baca Juga: Farhan Soroti PPKS di Jalur Wisata Bandung, Beautifikasi 17 Koridor Diminta Terlihat Nyata

Inilah yang membuat batako memiliki warna abu-abu dan bentuk yang lebih presisi dibanding bata merah.

Perbedaan Ukuran dan Bobot

Bata merah memiliki ukuran lebih kecil dan tidak selalu seragam.

Hal ini membuat pemasangan bata membutuhkan lebih banyak perekat dan waktu pengerjaan yang relatif lebih lama.

Namun, ukuran kecil bata memudahkan penyesuaian bentuk dinding.

Batako memiliki ukuran lebih besar dan seragam.

Keunggulan ini membuat proses pemasangan lebih cepat dan rapi.

Karena ukurannya besar, jumlah batako yang dibutuhkan juga lebih sedikit dibanding bata merah untuk luas dinding yang sama.

Baca Juga: Jalur Stadion Singaperbangsa Tetap Ditutup, Pemkab Karawang Siapkan Akses Baru untuk Sekolah

Kekuatan dan Daya Tahan

Dari sisi kekuatan, bata merah dikenal cukup kokoh dan tahan terhadap panas.

Bata juga memiliki daya serap air yang baik sehingga membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Namun, jika kualitas pembakaran kurang baik, bata bisa menjadi rapuh.

Batako memiliki kekuatan tekan yang baik, terutama jika dibuat dengan komposisi semen yang tepat.

Baca Juga: Terungkap! Besaran Tunjangan PNS Kemenkeu 2026, Disebut Cukup untuk Umroh, Ini Penjelasannya

Namun, batako cenderung memiliki daya serap air yang lebih tinggi sehingga perlu perlakuan khusus, seperti plesteran yang baik, agar dinding tidak mudah lembap atau retak.

Biaya dan Efisiensi Pengerjaan

Dari segi harga, batako umumnya lebih murah per unit dibanding bata merah.

Selain itu, karena ukurannya besar dan pemasangannya cepat, biaya tukang juga bisa lebih hemat.

Inilah alasan batako sering dipilih untuk proyek skala besar atau bangunan bertingkat.

Sebaliknya, bata merah biasanya memiliki harga per unit lebih mahal dan membutuhkan waktu pemasangan lebih lama.

Namun, banyak orang tetap memilih bata merah karena dianggap lebih awet dan memberikan kenyamanan termal yang lebih baik.

Estetika dan Kenyamanan

Bata merah sering dianggap lebih unggul dari segi kenyamanan karena mampu menjaga suhu ruangan tetap stabil.

Selain itu, bata juga memiliki daya redam suara yang cukup baik.

Batako unggul dalam kerapian dan kemudahan finishing.

Baca Juga: Bencana Tekan Harga Pangan, BPS Catat Deflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar

Dinding dari batako cenderung lebih rata sehingga proses plester dan acian bisa lebih hemat material.

Jadi, Lebih Bagus Bata atau Batako?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan bangunan.

Jika mengutamakan kekuatan jangka panjang, kenyamanan suhu, dan daya tahan, bata merah bisa menjadi pilihan.

Namun, jika menginginkan efisiensi biaya, kecepatan pembangunan, dan tampilan dinding yang rapi, batako lebih unggul.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Bangsa Jangan Lupakan Sejarah, Soroti Situs Bersejarah yang Hilang dan Rusak

Pemilihan material sebaiknya disesuaikan dengan anggaran, fungsi bangunan, serta kondisi lingkungan.

Dengan memahami perbedaan bata dan batako, Anda dapat menentukan material yang paling tepat untuk kebutuhan konstruksi.***