POJOKSATU.ID - Baru-baru ini jalan butut di Garut kembali viral, kali ini terjadi di Kampung Talaga, Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng.

Saking bututnya, jalan di Garut tersebut disebut memakai aspal purba, karena hanya beralas bebatuan besar yang disusun.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @syaeful_1, pengunggah menobatkan desa Talagawangi sebagai desa paling tertinggal di wilayah Garut Selatan.

Baca Juga: Nuansa Baru Nonton di Bioskop Kesayangan, Video Prabowo Subianto Jadi Opening dalam Semua Genre Film

Selain itu, kampung Talaga merupakan daerah terluas di Desa Talagawangi tapi pembangunannya seperti hewan yang dilindungi alias langka.

Meski begitu, pemerintah terkait seakan acuh terhadap infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

Jalan butut sudah pasti akan menghambat aktivitas warga sehingga roda ekonomi ikut terhambat.

Baca Juga: Persib Bandung Siap Tantang Lion City Sailors di ACL 2, Ini Harga Tiket Resminya

Kesejahteraan untuk masyarakat hanya tinggal mimpi, padahal setiap tahunnya dana desa mengalir deras dari hulu ke hilir.

Warga setempat juga menjadi orang bijak dengan taat membayar pajak, tapi balasan yang mereka dapatkan tak sesuai.

Menurut pengunggah video, pembangunan jalan di kampungnya hanya mengandalkan swasaya alias patungan dari warga.

Baca Juga: Ratusan Tokoh Masuk Seleksi Pesantren Award 2025, Dari Santri Inspiratif hingga Kepala Daerah Peduli Pesantren!

Disebutkan bahwa sudah lama tidak ada pembangunan yang terjadi di Kampung Talaga, Desa Talagawangi yang ternyata tak sewangi nama wilayahnya.

Menanggapi video yang viral ini, Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat langsung terjun ke TKP.

Mereka ingin mengecek kebenaran video tersebut dan ternyata benar kondisi jalan di Kampung Talaga sudah tak layak.

Baca Juga: Alonso Geram dengan Kartu Merah Huijsen: Menurutnya Itu Hanya Kuning, Madrid Tetap Menang!

Pihak DPMD Jabar didampingi dengan Kepada Desa Talagawangi melihat kondisi jalan berbatu di daerah tersebut.

Menurut Kades Talagawangi, akses jalan berbatu merupakan proses awal pembangunan infrastruktur yang dilakukan bertahap.

Akses jalan tersebut memang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tapi jembatannya memakai anggaran dari dana desa.

Baca Juga: Pramono Gagas LPDP Versi Jakarta Tahun Depan, Kuota Awal 100 Mahasiswa Siap Sekolah ke Luar Negeri

Hal tersebut dikatakan terjadi pada tahun 2024, dan tidak bisa dilakukan pengerjaan secara langsung karena keterbatasan dana desa.

Dikatakan bahwa panjang jalan di Desa Talagawangi sekitar 35 kilometer, sedangkan dana desa yang didapatkan kurang lebih Rp1 miliar per tahun.

Kondisi jalan berbatu tersebut disebut sebagai upaya dari pemerintah desa untuk melakukan perbaikan jalan.

Pihak DPMD Jabar juga akan membantu mencari solusi terbaik, agar desa yang luasnya lebih dari 3.000 hektare ini punya infrastruktur jalan yang bagus.***